Sedikitnya 47 orang tewas dan 22 lainnya mengalami luka-luka akibat serangan geng bersenjata di Kenscoff, sebuah wilayah perbukitan yang menghadap ke ibu kota Haiti, Port-au-Prince. Insiden yang terjadi pada Senin malam waktu setempat ini memicu kemarahan warga setempat atas lemahnya perlindungan keamanan.
Menurut kelompok hak asasi manusia asal Haiti, RNDDH, serangan tersebut dimulai sekitar pukul 22.30 waktu setempat. RNDDH sebelumnya sempat memperkirakan jumlah korban berkisar antara 30 hingga 40 orang tewas dan 15 hingga 20 orang terluka.
Warga Kenscoff menuding pihak berwenang gagal memberikan perlindungan, meskipun lokasi penyerangan berada dekat dengan kantor polisi. Merespons kejadian tersebut, pemerintah Haiti mengecam keras serangan itu dan berjanji untuk memperkuat keamanan. Kepala Polisi Nasional Vladimir Paraison juga menegaskan bahwa aparat tidak akan menyerah dalam menghadapi kelompok-kelompok bersenjata.
Panama dan El Salvador Tetapkan Status Darurat Akibat Kekeringan El Nino

Kekerasan yang terus meluas ini semakin meningkatkan kekhawatiran terkait rencana pemilihan umum di Haiti yang dijadwalkan berlangsung pada Desember mendatang. Dalam beberapa bulan terakhir, wilayah tersebut kembali dilanda berbagai aksi kejahatan, seperti penculikan, pemerkosaan, pembakaran, hingga pencurian ternak.
Guna membantu kepolisian setempat, Pasukan Penindasan Geng yang didukung oleh PBB ditargetkan memiliki lebih dari 5.500 personel pada musim gugur tahun ini.
Prabowo Ungkap Sumber Dana Penanganan Bencana Berasal dari Penyelamatan Kebocoran Anggaran

Krisis ini memperpanjang catatan kekerasan di Haiti. PBB melaporkan bahwa rangkaian serangan selama dua bulan pada awal tahun 2025 saja telah menewaskan lebih dari 260 orang, menghancurkan atau membakar sekitar 200 rumah, serta memaksa 3.000 penduduk untuk mengungsi.






