Presiden Prabowo Subianto mengungkapkan bahwa kemampuan pemerintah dalam mengerahkan ratusan helikopter, pesawat, alat berat, hingga ribuan personel untuk menangani bencana alam bersumber dari hasil penutupan kebocoran anggaran dan pemberantasan korupsi.
Pernyataan tersebut disampaikan Presiden dalam acara peluncuran Program PLTS 100 GWp, sebagaimana dikutip dari saluran YouTube Sekretariat Presiden pada Selasa (25/8/2026). Prabowo menjelaskan bahwa anggaran yang berhasil diselamatkan dari praktik korupsi dialokasikan untuk penanganan sejumlah bencana alam yang terjadi baru-baru ini, mulai dari wilayah Aceh hingga Nusa Tenggara Timur (NTT).
Prabowo Kunjungi NTT untuk Tinjau Penanganan Gempa dan Penyaluran Bantuan

Untuk memastikan efektivitas penanganan di lapangan, Prabowo mengaku telah melakukan pengecekan langsung ke beberapa daerah. Ia memantau koordinasi lintas sektor yang melibatkan pemerintah daerah, kementerian/lembaga, TNI, Polri, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Kementerian Lingkungan Hidup, hingga Kementerian Kehutanan. Sinergi ini dinilai berjalan efektif dalam memitigasi dampak bencana serta ancaman kekeringan akibat El Nino.
Serangan Geng Bersenjata di Kenscoff Haiti, Sedikitnya 47 Orang Tewas

Kendati demikian, Prabowo menegaskan bahwa pemerintah tidak boleh cepat berpuas diri dan harus mengelola keuangan negara dengan lebih ketat. "Kita belum puas. Kita harus lebih keras lagi mengelola semua keuangan," ujarnya.






