Sebanyak 103 orang dilaporkan meninggal dunia akibat bencana gempa bumi yang melanda wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT). Dampak fatal ini tersebar di sejumlah kabupaten, dengan korban jiwa terbanyak berada di Kabupaten Manggarai yang mencatat 41 orang meninggal dunia, diikuti oleh Kabupaten Manggarai Timur dengan 34 korban jiwa.
Selain itu, korban meninggal dunia juga dilaporkan di Kabupaten Nagekeo sebanyak 13 orang, Sikka enam orang, Ngada lima orang, Ende tiga orang, dan Manggarai Barat satu orang.
Identitas Pemasok Sabu ke Revaldo Teridentifikasi, Polisi Siapkan Penangkapan

Di tengah proses penanganan dampak bencana, aktivitas seismik di wilayah tersebut dilaporkan masih terus berlangsung. BMKG catat gempa susulan di NTT capai 7.492 kejadian hingga Rabu (26/8) pagi pukul 05.00 WIB.
Dari ribuan gempa susulan yang terjadi, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) merinci bahwa kekuatan getaran memiliki rentang yang cukup lebar. Magnitudo terbesar yang tercatat mencapai 6,2, sementara kekuatan gempa susulan terkecil berada di magnitudo 1,0.
Kebakaran Lahan di Pabuaran Sukabumi Sempat Ancam Permukiman Warga

Masyarakat diimbau tetap waspada mengingat 33 gempa susulan di antaranya memiliki kekuatan magnitudo di atas 5. Selain itu, terdapat 143 gempa susulan yang getarannya dirasakan langsung oleh masyarakat setempat, memicu kekhawatiran di tengah situasi pemulihan pascagempa.






