Sebanyak 161.084 warga terdampak di Nusa Tenggara Timur (NTT) memilih untuk bertahan di posko pengungsian hingga hari kesembilan penanganan darurat. Langkah ini diambil oleh warga karena mereka masih enggan untuk kembali ke rumah masing-masing. Rasa trauma dan kecemasan yang mendalam terhadap potensi gempa susulan menjadi alasan utama di balik keputusan bertahan di tenda darurat tersebut.
Kekhawatiran masyarakat ini bukan tanpa alasan. Berdasarkan data yang dihimpun, frekuensi aktivitas gempa susulan di wilayah tersebut tercatat sangat tinggi, bahkan telah terjadi hingga ribuan kali sejak gempa utama.
Trauma Akibat Ribuan Gempa Susulan
Faktor psikologis berupa trauma dan kecemasan menjadi penghalang utama bagi warga untuk kembali ke kediaman mereka. Warga merasa lebih aman berada di posko darurat dibandingkan harus kembali ke rumah yang rentan terdampak jika terjadi gempa susulan kembali. Rasa trauma ini terus membayangi karena aktivitas seismik di daerah tersebut belum sepenuhnya mereda.
BNPB Ungkap Sebaran Titik Panas dan Kendala Pemadaman Karhutla di Kalimantan dan Sumatera

Hingga saat ini, tercatat aktivitas gempa susulan telah terjadi hingga 5.688 kali. Jumlah gempa susulan yang sangat banyak ini memicu kecemasan yang terus-menerus di kalangan warga terdampak, sehingga mereka memilih untuk tetap tinggal di tempat pengungsian sementara demi keselamatan diri dan keluarga.
Ratusan Ribu Warga Berada di Pengungsian
Memasuki hari kesembilan masa penanganan darurat pascabencana, jumlah warga yang mengungsi dilaporkan terus bertambah. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat bahwa total warga terdampak yang terpaksa mengungsi kini telah mencapai 161.084 jiwa.
Jumlah pengungsi yang mencapai ratusan ribu orang ini tersebar di berbagai titik posko darurat yang didirikan oleh pemerintah setempat, BNPB, dan relawan di wilayah Nusa Tenggara Timur. Penanganan logistik dan kebutuhan dasar para pengungsi terus diupayakan selama masa tanggap darurat ini berlangsung.
Kalah 0-1 dari Thailand, Garuda Pertiwi Jadi Runner-up Caffino Srikandi Merdeka Cup 2026

Aktivitas Pengungsi di Posko Pota
Salah satu titik konsentrasi pengungsian warga berada di wilayah Manggarai Timur, tepatnya di posko SMK Muhammadiyah Manggarai Timur yang berlokasi di Pota, Kecamatan Sambi Rampas, Nusa Tenggara Timur. Di posko ini, para warga yang mengungsi mencoba menjalani aktivitas sehari-hari di tengah keterbatasan fasilitas darurat.
Pada Minggu (23/8/2026), sejumlah pengungsi terlihat aktif melakukan berbagai kegiatan di area posko darurat tersebut untuk mengisi waktu dan menjaga kondisi fisik mereka selama di pengungsian. Dokumentasi mengenai aktivitas para pengungsi di posko SMK Muhammadiyah Manggarai Timur ini diabadikan oleh fotografer ANTARA FOTO, Hendra Nurdiyansyah, yang merekam bagaimana warga bertahan hidup di bawah bayang-bayang trauma gempa susulan.






