Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengoptimalkan operasi pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) melalui satuan tugas (satgas) darat dan udara. Operasi ini difokuskan di enam provinsi prioritas, yaitu Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Riau, Jambi, dan Sumatera Selatan.
Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan, menjelaskan rincian kondisi titik panas (hotspot) serta kendala pemadaman di sejumlah wilayah tersebut.
Sebaran Titik Panas di Wilayah Kalimantan
Di Kalimantan Barat, satelit mendeteksi 273 hotspot dengan tingkat kepercayaan tinggi, 2.420 dengan kepercayaan menengah, dan 81 dengan kepercayaan rendah. Pada Sabtu, 22 Agustus 2026, Presiden Prabowo Subianto bersama Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya meninjau langsung lokasi karhutla di Kawasan Kubu Raya, Pontianak. BMKG memperkirakan adanya potensi hujan dengan intensitas ringan di sebagian wilayah Kalimantan Barat pada periode 23 hingga 29 Agustus 2026.
Di Kalimantan Tengah, terdeteksi 2.479 titik hotspot dengan tingkat kepercayaan medium hingga tinggi. Luas lahan yang terbakar di provinsi ini mencapai 7.634 hektare, dengan jarak pandang di Bandara Tjilik Riwut terpantau di atas 9 kilometer.
Trauma Gempa Susulan, Warga Manggarai Timur Bertahan di Tenda Darurat

Sementara di Kalimantan Selatan, luas lahan yang terbakar mencapai 8.620 hektare. Untuk menangani kebakaran di wilayah tersebut, Satgas Darat mengerahkan sebanyak 9.800 personel.
Kendala Pemadaman Darat dan Udara
Proses pemadaman karhutla di berbagai wilayah menghadapi sejumlah kendala fisik dan cuaca: - Kalimantan Tengah dan Jambi: Di Jambi, luas lahan yang terbakar mencapai 658 hektare. Pemadaman di kedua provinsi ini terkendala oleh lokasi titik api yang jauh dari sumber air, serta kondisi sumber air yang digunakan mulai mengering. - Kalimantan Selatan: Pemadaman terkendala oleh embusan angin kencang yang membuat api cepat meluas, keterbatasan sumber air, serta sebagian besar titik kebakaran berada di lahan gambut yang sulit dipadamkan. - Sumatera Selatan: Kebakaran di provinsi ini telah mencakup area seluas 1.926 hektare. Operasi darat terkendala oleh tidak adanya akses jalan menuju titik api sehingga medan sulit ditempuh, sumber air mulai surut, dan angin bertiup kencang dari arah titik api. Sementara itu, operasi udara terhambat oleh surutnya sumber air untuk pengambilan air water bombing yang letaknya semakin jauh dari titik api, angin kencang yang menyulitkan manuver helikopter, serta jarak pandang yang terbatas.
Situasi Karhutla di Wilayah Lain
Di Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, tim mendeteksi 150 hotspot dengan kategori kepercayaan tinggi dalam pemantauan 24 jam. Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) di wilayah ini tidak dapat dilaksanakan karena tidak adanya potensi hujan. Sementara itu, luas lahan terbakar di Paser tercatat mencapai 2.379 hektare.
Kalah 0-1 dari Thailand, Garuda Pertiwi Jadi Runner-up Caffino Srikandi Merdeka Cup 2026

Di Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur, BPBD bersama relawan dan pemadam kebakaran melakukan upaya pemadaman dan pendinginan di lokasi karhutla yang dapat dijangkau pada Rabu, 19 Agustus.
Sebelumnya, pada Selasa, 18 Agustus, BPBD bersama tim gabungan juga berupaya memadamkan kebakaran hutan dan lahan di Kabupaten Bulungan, Provinsi Kalimantan Utara.






