apriniageosat.co.id
HomeNasionalKesehatanHukumMegapolitanSosialBudayaEkonomiPeristiwaKulinerOlahragaMusikHiburanSainsPolitikPendidikanKriminalBisnisLingkunganHumanioraPariwisataMetropolitanTeknologiGaya HidupReligiOtomotifPropertiInternasionalTransportasiBencanaWisataPemerintahanKeperdataanEnergiManajemenSejarahInfrastrukturKeagamaanMetroEdukasiMitigasi BencanaPopuler
Home/Politik

Tragedi Main Hakim Sendiri Jadi Alarm Runtuhnya Kepercayaan Publik pada Penegak Hukum

Uria Anyi ApuiPublished 28 Jul 2026 - 10.05 路 1 Reads
Bagikan WhatsAppX
Tragedi Main Hakim Sendiri Jadi Alarm Runtuhnya Kepercayaan Publik pada Penegak Hukum
Foto/Ilustrasi: liputan6.com.
A-A+

Fenomena main hakim sendiri atau eigenrichting yang belakangan ini kerap terjadi di berbagai wilayah Indonesia bukan sekadar aksi kriminalitas biasa. Tindakan brutal kelompok masyarakat ini merupakan cerminan dari luka sosial yang jauh lebih dalam, yakni runtuhnya kepercayaan publik terhadap institusi penegak hukum. Ketika ruang publik dengan mudahnya berubah menjadi arena eksekusi tanpa proses peradilan yang sah, prinsip Indonesia sebagai negara hukum sedang menghadapi ujian yang sangat krusial.

Kekerasan massal ini telah merenggut nyawa dengan cara yang sangat memprihatinkan. Di Kabupaten Tabanan, Bali, seorang pria berinisial KD meregang nyawa setelah diamuk massa akibat tuduhan mencuri seekor ayam. Tragisnya, kemarahan warga tidak berhenti pada penganiayaan fisik; sepeda motor korban dibakar, dan seluruh tindakan keji tersebut terjadi langsung di hadapan anak kandung pelaku yang masih kecil. Peristiwa memilukan serupa terulang di Desa Bahomakmur, Kecamatan Bahodopi, Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah pada Sabtu, 25 Juli 2026. Setiawan, seorang perantau berusia 33 tahun, tewas dikeroyok massa setelah dituduh menggasak sepeda motor di area parkir sebuah toko. Kasus ini dikonfirmasi oleh Kabag Ops Polres Morowali, AKP Rustang, setelah rekaman amatir kejadian tersebut menyebar luas di jagat maya.

apriniageosat.co.id

Copyright 2026 apriniageosat.co.id - All Rights Reserved.

Kategori

NasionalKesehatanHukumMegapolitanSosialBudayaEkonomiPeristiwaKulinerOlahragaMusikHiburanSainsPolitikPendidikanKriminalBisnisLingkunganHumanioraPariwisataMetropolitanTeknologiGaya HidupReligiOtomotifPropertiInternasional
Also Read

Empat Rekomendasi Majelis Syuro PKS Soroti Ekonomi Nasional hingga Isu Palestina

Empat Rekomendasi Majelis Syuro PKS Soroti Ekonomi Nasional hingga Isu Palestina

Menanggapi rentetan tragedi kemanusiaan ini, Anggota DPR RI dari Fraksi Partai Golkar, Ahmad Irawan, bersuara keras dan mendesak aparat kepolisian untuk mengusut tuntas seluruh pelaku pengeroyokan tanpa terkecuali. Ia mengaku merasa sangat prihatin, sedih, sekaligus perih saat melihat rekaman video kekerasan yang beredar di masyarakat. Menurutnya, tindakan main hakim sendiri tidak boleh dibenarkan dengan alasan apa pun. Terlepas dari status hukum atau dugaan kejahatan yang dituduhkan kepada korban, mereka memiliki hak konstitusional untuk diadili melalui mekanisme hukum yang resmi, bukan dihabisi secara brutal di jalanan.

Ahmad Irawan memandang maraknya aksi kekerasan jalanan ini sebagai alarm keras bagi sistem peradilan nasional. Ia menilai salah satu faktor utama yang memicu tindakan nekat masyarakat adalah rendahnya tingkat kepercayaan terhadap kredibilitas aparat penegak hukum. Ketika masyarakat menganggap proses hukum formal lambat, tidak adil, atau tidak berpihak pada kebenaran, mereka cenderung mengambil jalan pintas dengan menghakimi terduga pelaku secara langsung. Oleh sebab itu, pemulihan kepercayaan publik harus menjadi prioritas utama yang dilakukan lewat penegakan hukum yang transparan, adil, dan konsisten.

Also Read

Peringatan Kudatuli Menjadi Momentum Pengingat Batas Profesionalisme Militer

Peringatan Kudatuli Menjadi Momentum Pengingat Batas Profesionalisme Militer

Selain fokus pada penegakan hukum terhadap para pelaku pengeroyokan, legislator tersebut juga mengingatkan pemerintah untuk tidak melupakan aspek kemanusiaan pasca-kejadian. Ia meminta adanya pendampingan psikologis yang intensif bagi keluarga korban yang ditinggalkan, terutama anak-anak yang menyaksikan langsung trauma kekerasan tersebut. Menjaga marwah Indonesia sebagai negara hukum membutuhkan komitmen ganda: menindak tegas pelaku kekerasan tanpa pandang bulu, sekaligus memperbaiki sistem peradilan agar kembali dipercaya oleh rakyatnya sendiri.

Follow apriniageosat.co.id

Add to preferred sources on Google

Topik Terkait

DPR RImain hakim sendirikriminalitaspenegak hukumahmad irawan

Berita Terbaru Lainnya

Presiden Prabowo Perluas Keanggotaan KSSK dengan Melibatkan DanantaraRocket Lab Amankan Kontrak Triliunan Rupiah untuk Uji Coba Pertahanan Rudal di AlaskaKementerian Kehutanan Jerat PT GTP dalam Kasus Perambahan Hutan Lindung di BatamKalkulasi Matang Target Dua Emas Timnas Panjat Tebing di Asian Games 2026Mitchell Baker Hadirkan Dimensi Baru di Lini Serang Timnas IndonesiaEmpat Rekomendasi Majelis Syuro PKS Soroti Ekonomi Nasional hingga Isu PalestinaPolda Sumatera Selatan Sita Jutaan Liter Minyak Ilegal dan Dorong Legalisasi Sumur RakyatPeringatan Kudatuli Menjadi Momentum Pengingat Batas Profesionalisme Militer

Paling Banyak Dibaca

Di Balik Meja Birokrasi, Saat Jarak dan Kesepian Jadi Musuh Produktivitas ASN

Nasional

Di Balik Meja Birokrasi, Saat Jarak dan Kesepian Jadi Musuh Produktivitas ASN

25 Jul 2026

Manuver Maut di Tikungan Sudirman, Kaki Pemotor Terlindas Bus Transjakarta

Megapolitan

Manuver Maut di Tikungan Sudirman, Kaki Pemotor Terlindas Bus Transjakarta

25 Jul 2026

Gelombang Perhelatan Dunia Siap Guyur Indonesia hingga Awal 2027

Pariwisata

Gelombang Perhelatan Dunia Siap Guyur Indonesia hingga Awal 2027

26 Jul 2026

Polisi Tahan Suami yang Aniaya Istri hingga Tewas di Luwu Timur

Hukum

Polisi Tahan Suami yang Aniaya Istri hingga Tewas di Luwu Timur

27 Jul 2026

Dua Orang Tewas dalam Kebakaran Rumah di Pulo Gadung Jakarta Timur

Metropolitan

Dua Orang Tewas dalam Kebakaran Rumah di Pulo Gadung Jakarta Timur

27 Jul 2026

Belajar dari Kasus Lubuk Pakam, Ini Prosedur Aman Aktivasi Rekening PIP

Pendidikan

Belajar dari Kasus Lubuk Pakam, Ini Prosedur Aman Aktivasi Rekening PIP

27 Jul 2026

馃敟

Popular

  1. 1Di Balik Meja Birokrasi, Saat Jarak dan Kesepian Jadi Musuh Produktivitas ASNNasional 路 25 Jul 2026
  2. 2Manuver Maut di Tikungan Sudirman, Kaki Pemotor Terlindas Bus TransjakartaMegapolitan 路 25 Jul 2026
  3. 3Gelombang Perhelatan Dunia Siap Guyur Indonesia hingga Awal 2027Pariwisata 路 26 Jul 2026
  4. 4Polisi Tahan Suami yang Aniaya Istri hingga Tewas di Luwu TimurHukum 路 27 Jul 2026
  5. 5Dua Orang Tewas dalam Kebakaran Rumah di Pulo Gadung Jakarta TimurMetropolitan 路 27 Jul 2026
Transportasi
Bencana
Wisata
Pemerintahan
Keperdataan
Energi
Manajemen
Sejarah
Infrastruktur
Keagamaan
Metro
Edukasi
Mitigasi Bencana

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap