Krisis air bersih akibat musim kemarau di Kabupaten Ciamis terus meluas seiring dengan mengeringnya sumur-sumur yang menjadi sumber air utama bagi warga. Menanggapi kondisi darurat tersebut, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Ciamis bergerak cepat untuk memasok bantuan air bersih guna meringankan beban warga yang terdampak kekeringan.
Bantuan air bersih tersebut disalurkan secara bertahap untuk menjangkau sebanyak 7.134 Kepala Keluarga (KK) atau setara dengan 14.847 warga yang mengalami kesulitan air. Meluasnya dampak musim kemarau tahun ini mengakibatkan krisis air bersih menyebar ke 44 dusun yang berada di 31 desa di wilayah 17 kecamatan di Kabupaten Ciamis.
Wilayah Terdampak dan Kolaborasi Penyaluran
Kondisi kekeringan ini dirasakan sangat berat di sejumlah wilayah kecamatan di Kabupaten Ciamis. Beberapa kecamatan yang dilaporkan mengalami dampak paling parah akibat krisis air bersih ini meliputi Kecamatan Tambaksari, Banjaranyar, Banjarsari, Cisaga, Cimaragas, Purwadadi, dan Panawangan. Di wilayah-wilayah ini, mengeringnya sumur warga membuat pasokan air bersih dari luar menjadi sangat krusial untuk kebutuhan hidup sehari-hari.
Buronan Narkoba Bayu Wicaksono Tiba di Bareskrim Usai Ditangkap di Myanmar

Dalam mendistribusikan air bersih, BPBD Kabupaten Ciamis menyalurkan bantuan air yang bersumber dari PDAM. Langkah penanganan ini dilakukan melalui kolaborasi lintas sektor yang melibatkan berbagai institusi dan organisasi kemasyarakatan. Upaya bersama ini didukung penuh oleh sinergi antara BPBD Ciamis dengan PMI, BBWS, Polres Ciamis, Kodim 0613 Ciamis, SOG Ciamis, MDMC, BJB, BRI, Samsat, serta PDAM Ciamis guna memastikan pasokan air bersih dapat terdistribusi secara merata ke lokasi terdampak.
Antisipasi Puncak El Nino
Potensi krisis air bersih ini diperkirakan masih akan berlanjut dan memerlukan perhatian serius. Berdasarkan prakiraan dari BMKG Stasiun Geofisika Kelas I Bandung, puncak fenomena cuaca El Nino diprediksi akan terjadi pada kurun waktu antara bulan September hingga Oktober 2026. Kondisi cuaca ekstrem ini menuntut kesiapsiagaan yang lebih matang agar dampak kekeringan tidak semakin memburuk.
BNPB, Lebih dari 188 Ribu Warga NTT Masih Mengungsi akibat Gempa

Untuk mengantisipasi meluasnya dampak kekeringan tersebut, masa siaga darurat bencana di wilayah Kabupaten Ciamis telah ditetapkan dan akan berlangsung hingga bulan September 2026. Penetapan masa siaga ini diharapkan dapat mengoptimalkan langkah penanganan darurat serta memastikan ketersediaan logistik air bersih tetap terjaga bagi seluruh masyarakat yang membutuhkan.






