apriniageosat.co.id
HomeNasionalKesehatanHukumMegapolitanSosialBudayaEkonomiPeristiwaKulinerOlahragaMusikHiburanSainsPolitikPendidikanKriminalBisnisLingkunganHumanioraPariwisataMetropolitanTeknologiGaya HidupReligiOtomotifPropertiInternasionalTransportasiBencanaWisataPemerintahanKeperdataanEnergiManajemenSejarahInfrastrukturKeagamaanMetroEdukasiMitigasi BencanaPopuler
Home/Sejarah

Siasat Bahasa dan Rahasia Kendali Kesuburan Perempuan Jawa Abad ke-19

Nyaring AranPublished 27 Jul 2026 - 22.50 路 0 Reads
Bagikan WhatsAppX
Siasat Bahasa dan Rahasia Kendali Kesuburan Perempuan Jawa Abad ke-19
Foto/Ilustrasi: kumparan.com.
A-A+

Di masa kolonial, rahasia kendali reproduksi perempuan Jawa tersembunyi rapat di balik permainan bahasa yang cerdik. Ketika ginekolog Belanda, Dr. C.H. Stratz, bertugas di Surabaya dan Batavia antara tahun 1887 dan 1893, ia kerap mendengar selentingan tentang kemampuan dukun bayi menghentikan kesuburan. Kunci dari teka-teki medis ini terletak pada istilah "ankat prut"鈥攕ecara harfiah berarti mengangkat perut. Bagi telinga awam atau otoritas kolonial, istilah ini terdengar seperti pijatan pascamelahirkan biasa untuk mengencangkan perut. Namun, di kalangan perempuan Jawa, frasa yang sama menyimpan arti lain yang jauh lebih radikal: manipulasi fisik untuk mencegah kehamilan secara permanen.

Konteks sosial saat itu memang menempatkan dukun sebagai pilar utama kesehatan reproduksi. Sejarawan Liesbeth Hesselink dalam bukunya Healers on the Colonial Market mencatat bahwa sekolah bidan bentukan pemerintah kolonial di Batavia hanya bertahan singkat dari 1851 hingga 1875. Dengan minimnya tenaga medis resmi, dukun memegang kendali penuh atas persalinan, tidak hanya bagi perempuan pribumi tetapi juga nyonya-nyonya Eropa. Stratz sendiri mengakui keahlian taktil para dukun ini sangat tinggi. Mereka mampu mendeteksi posisi janin hanya dengan meraba perut dari luar, sebuah pencapaian yang bahkan melampaui standar sebagian bidan di Eropa kala itu.

apriniageosat.co.id

Copyright 2026 apriniageosat.co.id - All Rights Reserved.

Kategori

NasionalKesehatanHukumMegapolitanSosialBudayaEkonomiPeristiwaKulinerOlahragaMusikHiburanSainsPolitikPendidikanKriminalBisnisLingkunganHumanioraPariwisataMetropolitanTeknologiGaya HidupReligiOtomotifPropertiInternasional
Also Read

Ratusan Pembalap Drag Bike Beradu Cepat di Eks Bandara Temindung Samarinda

Ratusan Pembalap Drag Bike Beradu Cepat di Eks Bandara Temindung Samarinda

Namun, ketertarikan terbesar Stratz tertuju pada bagaimana para dukun memanipulasi kesuburan. Lewat penanganan pasiennya pada tahun 1888, Stratz menemukan kasus seorang perempuan yang mengalami kesulitan buang air kecil setelah menjalani prosedur ankat prut. Pemeriksaan klinis menunjukkan bahwa rahim pasien tersebut sengaja ditekuk ke belakang atau mengalami retrofleksi buatan akibat pijatan kuat dari luar. Posisi rahim yang tidak biasa inilah yang menghambat terjadinya pembuahan. Prosedur ini biasanya dilakukan pada hari-hari awal setelah persalinan atau keguguran, saat rahim masih sangat fleksibel untuk dimanipulasi.

Meskipun terkesan canggih, Stratz mencatat bahwa metode ini memiliki tingkat keberhasilan yang tidak menentu, yakni hanya sekitar separuh dari keseluruhan kasus. Risiko kesehatannya pun sangat tinggi, bahkan bisa mengancam nyawa jika terjadi komplikasi pascapersalinan. Dalam sebuah eksperimen langsung, seorang dukun senior menunjukkan kemampuannya membalikkan posisi rahim di hadapan Stratz. Namun, ketika posisi rahim dipersulit, sang dukun gagal mengembalikannya ke posisi semula. Sang dukun kemudian mengakui bahwa keberhasilan metode ini tidak luput dari faktor sugesti dan kepercayaan pasien, bukan semata-mata teknik fisik.

Also Read

Destry Damayanti Mengisi Posisi Pejabat Gubernur Bank Indonesia Sementara

Destry Damayanti Mengisi Posisi Pejabat Gubernur Bank Indonesia Sementara

Catatan berharga ini kemudian dibukukan oleh Stratz dalam karyanya yang terbit di Stuttgart pada tahun 1897, Die Frauen auf Java. Di sana, ia secara terbuka mengakui telah banyak belajar dari para praktisi lokal tersebut. Sayangnya, warisan pengetahuan anatomi praktis ini perlahan lenyap dari ingatan kolektif. Sejarawan Eka Ningtyas menunjukkan bahwa sepanjang abad ke-20, pergeseran makna kata "dukun" yang menyempit ke ranah mistis dan klenik telah mengubur reputasi ilmiah mereka. Pengetahuan taktil yang pernah menjadi alat otonomi tubuh perempuan Jawa kini tersingkir, menyisakan stigma magis yang mengaburkan fakta sejarah medis nusantara.

Follow apriniageosat.co.id

Add to preferred sources on Google

Topik Terkait

sejarah jawakesehatan reproduksidukun bayikolonial belandaankat prut

Berita Terbaru Lainnya

Tiga Polisi Pengendara Alphard Hadapi Sanksi Etik Meski Telah Bersujud Meminta MaafPerry Warjiyo Mundur dari Jabatan Gubernur Bank IndonesiaLangkah Awal Timnas Indonesia di Piala AFF dan Sederet Laga Uji Coba Internasional Malam IniPerselisihan di Warung Sarapan Memicu Bentrokan Maut yang Menewaskan Satu Orang di MentengRahasia GoTo Mengharmoniskan Kesejahteraan Karyawan dan Kinerja KeuanganLongsor di Morowali Putus Akses Jalan dan Isolasi Dua Ribu WargaDua Orang Tewas dalam Kebakaran Rumah di Pulo Gadung Jakarta TimurLima Warga Tabanan Jadi Tersangka Setelah Keroyok Terduga Pencuri Ayam Hingga Tewas

Paling Banyak Dibaca

Di Balik Meja Birokrasi, Saat Jarak dan Kesepian Jadi Musuh Produktivitas ASN

Nasional

Di Balik Meja Birokrasi, Saat Jarak dan Kesepian Jadi Musuh Produktivitas ASN

25 Jul 2026

Manuver Maut di Tikungan Sudirman, Kaki Pemotor Terlindas Bus Transjakarta

Megapolitan

Manuver Maut di Tikungan Sudirman, Kaki Pemotor Terlindas Bus Transjakarta

25 Jul 2026

Gelombang Perhelatan Dunia Siap Guyur Indonesia hingga Awal 2027

Pariwisata

Gelombang Perhelatan Dunia Siap Guyur Indonesia hingga Awal 2027

26 Jul 2026

Polisi Tahan Suami yang Aniaya Istri hingga Tewas di Luwu Timur

Hukum

Polisi Tahan Suami yang Aniaya Istri hingga Tewas di Luwu Timur

27 Jul 2026

Dua Orang Tewas dalam Kebakaran Rumah di Pulo Gadung Jakarta Timur

Metropolitan

Dua Orang Tewas dalam Kebakaran Rumah di Pulo Gadung Jakarta Timur

27 Jul 2026

Belajar dari Kasus Lubuk Pakam, Ini Prosedur Aman Aktivasi Rekening PIP

Pendidikan

Belajar dari Kasus Lubuk Pakam, Ini Prosedur Aman Aktivasi Rekening PIP

27 Jul 2026

馃敟

Popular

  1. 1Di Balik Meja Birokrasi, Saat Jarak dan Kesepian Jadi Musuh Produktivitas ASNNasional 路 25 Jul 2026
  2. 2Manuver Maut di Tikungan Sudirman, Kaki Pemotor Terlindas Bus TransjakartaMegapolitan 路 25 Jul 2026
  3. 3Gelombang Perhelatan Dunia Siap Guyur Indonesia hingga Awal 2027Pariwisata 路 26 Jul 2026
  4. 4Polisi Tahan Suami yang Aniaya Istri hingga Tewas di Luwu TimurHukum 路 27 Jul 2026
  5. 5Dua Orang Tewas dalam Kebakaran Rumah di Pulo Gadung Jakarta TimurMetropolitan 路 27 Jul 2026
Transportasi
Bencana
Wisata
Pemerintahan
Keperdataan
Energi
Manajemen
Sejarah
Infrastruktur
Keagamaan
Metro
Edukasi
Mitigasi Bencana

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap