Upaya pemulihan lahan pertanian melalui program rehabilitasi sawah tahap II di Provinsi Aceh kini tengah dipercepat. Target utama dari percepatan ini adalah merampungkan proses Survey Investigation and Design (SID) dalam waktu kurang dari dua bulan. Langkah taktis tersebut didorong langsung oleh Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Satgas PRR) Aceh, yang menginginkan agar proses perencanaan konstruksi dapat diselesaikan lebih cepat sehingga pengerjaan fisik di lapangan dapat segera dimulai tanpa penundaan.
Untuk mewujudkan target tersebut, rehabilitasi sawah tahap II ini akan melibatkan secara aktif berbagai perguruan tinggi yang ada di Provinsi Aceh. Keterlibatan institusi akademis ini secara khusus difokuskan dalam pelaksanaan Survey Investigation and Design (SID). Berdasarkan evaluasi dari pengalaman pada tahap sebelumnya, penyusunan dokumen SID membutuhkan waktu yang cukup lama, yakni lebih dari dua bulan. Oleh karena itu, keterlibatan perguruan tinggi kali ini diharapkan dapat memangkas durasi pengerjaan agar lebih efisien.
Fatma Saifullah Apresiasi Kepedulian MPP Terhadap Lansia di PSTW Budi Mulia 4

Kaposkowil Satgas PRR Aceh, Safrizal ZA, secara tegas meminta kepada pihak perguruan tinggi yang terlibat agar dapat menyelesaikan SID ini dalam waktu yang lebih singkat. Hal ini diperlukan agar tahapan konstruksi fisik tidak kembali mengalami keterlambatan seperti periode sebelumnya. Safrizal ZA menyampaikan permintaannya agar penyusunan dokumen tersebut bisa selesai kurang dari dua bulan. Ia berharap jika memungkinkan prosesnya jangan sampai memakan waktu hingga dua bulan demi kelancaran pengerjaan di lapangan.
Program percepatan rehabilitasi sawah ini juga mendapatkan respons positif dan dukungan penuh dari pemerintah pusat. Kementerian Pertanian menyatakan sangat antusias dalam mendukung kelancaran program ini di Aceh. Bentuk nyata dari dukungan tersebut adalah dengan telah disiapkannya alokasi anggaran yang diperlukan untuk membiayai seluruh rangkaian program rehabilitasi sawah tahap II ini, sehingga kendala finansial tidak menghambat proses yang sedang berjalan.
Jadwal Live Streaming Vietnam vs Malaysia di Semifinal Leg 2 Piala AFF 2026

Selain percepatan perencanaan konstruksi, aspek krusial lain yang menjadi perhatian adalah penyediaan air bagi lahan pertanian. Direktur Wilayah Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian (BRMP) Aceh, Firdaus, menekankan betapa pentingnya langkah percepatan penyediaan air bagi lahan-lahan sawah yang telah dioptimalkan tersebut. Pernyataan penting ini disampaikan oleh Firdaus dalam acara Focus Group Discussion (FGD) yang diselenggarakan oleh Posko Wilayah Satgas PRR Pascabencana Alam di Provinsi Aceh. Kegiatan FGD tersebut berlangsung di Hermes Palace Hotel Banda Aceh pada hari Jumat, 7 Agustus 2026.






