Program Studi Rekayasa Tekstil Universitas Islam Indonesia (UII) turut berpartisipasi dalam ajang Jogja Fashion Week 2026. Melalui keikutsertaan ini, Program Studi Rekayasa Tekstil UII berupaya memperkenalkan sisi lain dari industri tekstil kepada masyarakat luas. Di balik gemerlapnya panggung peragaan busana tersebut, industri tekstil sebenarnya menghadapi tantangan besar terkait ketersediaan sumber daya manusia. Salah satu persoalan utama yang saat ini tengah dihadapi oleh sektor industri tersebut adalah adanya kesenjangan tenaga ahli yang menguasai bidang tekstil secara mendalam.
Kepala Program Studi Rekayasa Tekstil Universitas Islam Indonesia (UII), Rina Afiani Rebia, mengungkapkan bahwa kebutuhan industri terhadap lulusan rekayasa tekstil sangatlah tinggi. Menurut penjelasannya, perusahaan-perusahaan tekstil secara aktif dan terus-menerus mencari lulusan dari program studi tersebut. Rina menyatakan bahwa pada kenyataannya, pihak industri tekstil bahkan mengejar pihak kampus untuk meminta lulusan secara berkelanjutan karena jumlah lulusan yang tersedia saat ini belum mampu memenuhi seluruh permintaan yang datang dari perusahaan-perusahaan tersebut.
Tingginya permintaan akan tenaga ahli di bidang tekstil ini erat kaitannya dengan perkembangan industri tekstil yang terjadi di wilayah Jawa Tengah. Rina Afiani Rebia menjelaskan bahwa pertumbuhan industri di kawasan tersebut memicu kebutuhan yang mendesak akan sumber daya manusia yang kompeten. Saat ini, terdapat kesenjangan sumber daya manusia yang cukup signifikan pada level manajerial di dalam industri tekstil. Industri sangat membutuhkan individu di tingkat manajerial yang benar-benar menguasai pengetahuan serta keilmuan mengenai tekstil secara menyeluruh.
Petaka Baru di Era Kecerdasan Buatan - Harga Emas Antam Ambruk

Untuk mengatasi kekurangan tenaga ahli tersebut, berbagai perusahaan tekstil secara rutin menghubungi pihak universitas untuk melakukan perekrutan lulusan. Dosen Rekayasa Tekstil UII, Ahmad Satria Budiman, menjelaskan bahwa posisi pekerjaan yang ditawarkan oleh perusahaan-perusahaan tersebut sangat beragam. Beberapa posisi yang rutin ditawarkan kepada lulusan Program Studi Rekayasa Tekstil UII antara lain adalah posisi sebagai supervisor, staf di laboratorium, hingga merchandiser. Hal ini menunjukkan bahwa peluang kerja bagi para lulusan sangat terbuka lebar di berbagai lini operasional industri.
Sebagai upaya untuk mengamankan ketersediaan tenaga kerja ahli sejak dini, beberapa perusahaan bahkan menawarkan program beasiswa kepada mahasiswa. Ahmad Satria Budiman memaparkan bahwa beasiswa tersebut ditawarkan kepada mahasiswa sejak mereka memasuki semester lima perkuliahan. Program ini menggunakan skema kesepakatan khusus, di mana mahasiswa penerima beasiswa akan langsung berkomitmen untuk bekerja di perusahaan yang memberikan beasiswa tersebut setelah mereka menyelesaikan masa pendidikannya di universitas.
BCA Expo 2026 Digelar di 7 Kota, Intip Promo Menariknya

Guna mempersiapkan mahasiswa agar siap menghadapi tantangan industri, Program Studi Rekayasa Tekstil UII membekali mereka dengan berbagai materi perkuliahan yang relevan. Selama masa studi, mahasiswa mempelajari berbagai topik penting seperti material dan serat, manufaktur dan pengujian tekstil, serta kimia tekstil. Selain itu, kurikulum juga mencakup pembelajaran mengenai teknologi nano dan tekstil fungsional. Melalui pembekalan keilmuan yang komprehensif ini, para lulusan diharapkan dapat mengisi kesenjangan talenta yang ada di tingkat manajerial maupun operasional industri tekstil saat ini.






