PT Pupuk Indonesia (Persero) secara konsisten terus menjalankan langkah transformasi bisnis yang saat ini berada di bawah pengawasan Danantara. Langkah strategis ini dirancang untuk memperkuat fondasi perusahaan dan terbukti telah memberikan dampak yang sangat positif bagi kinerja bisnis perseroan secara keseluruhan. Penjelasan mengenai perkembangan terkini dari proses transformasi tersebut disampaikan secara langsung oleh Direktur Utama PT Pupuk Indonesia (Persero), Rahmad Pribadi, dalam sebuah dialog interaktif bersama Andi Shalini di forum Danantara BUMN Progress Update 2026.
Sebagai salah satu pilar penting dalam menjaga ketahanan pasokan pupuk di dalam negeri, Pupuk Indonesia saat ini memproduksi sekitar 14,8 juta ton pupuk per tahun. Dengan jumlah produksi tahunan tersebut, perseroan dapat memastikan terpenuhinya seluruh kebutuhan pupuk bersubsidi di Tanah Air.
Penerapan Skema Subsidi Baru untuk Efisiensi
Dalam dialog tersebut, dijelaskan pula mengenai perubahan kebijakan dari pemerintah terkait skema subsidi pupuk. Pemerintah telah mengubah skema subsidi pupuk dari yang sebelumnya menggunakan mekanisme "cost plus" menjadi mekanisme "market to market". Perubahan skema ini membawa dampak positif bagi tata kelola penyaluran pupuk nasional.
Prabowo Resmikan Groundbreaking Megaproyek PLTS 100 GWp di Jembrana Bali

Melalui penerapan sistem "market to market" ini, pupuk yang disalurkan kepada para petani dipastikan memiliki kualitas yang baik dengan harga yang juga baik. Selain memberikan jaminan kualitas dan harga bagi petani, skema baru ini memberikan ruang fleksibilitas yang lebih besar bagi Pupuk Indonesia untuk memproduksi pupuk secara jauh lebih efisien.
Diversifikasi Bisnis dan Produk Bernilai Tambah
Sebagai bagian dari transformasi bisnis yang diawasi oleh Danantara, Pupuk Indonesia juga mulai membangun sumber pertumbuhan bisnis baru. Langkah strategis ini dilakukan dengan memperkuat sektor petrokimia serta mengembangkan berbagai produk yang memiliki nilai tambah tinggi.
Dalam upaya diversifikasi tersebut, Pupuk Indonesia menargetkan produksi bahan peledak yang ditujukan untuk sektor pertambangan. Selain itu, perseroan juga membidik produksi soda ash untuk memenuhi kebutuhan industri kaca. Langkah pengembangan ini diharapkan dapat memperluas jangkauan bisnis perseroan di sektor industri terkait.
Danantara Dorong Perbaikan Jaringan KRL Jakarta ke Cikampek hingga Merak

Dekarbonisasi dan Kemandirian Industri
Selain berfokus pada diversifikasi produk, Pupuk Indonesia juga menaruh perhatian besar pada aspek keberlanjutan. Perseroan aktif menjalankan program dekarbonisasi yang ditempuh melalui langkah-langkah efisiensi energi di seluruh fasilitas produksi serta pengembangan amonia rendah emisi.
Melalui transformasi ini, Pupuk Indonesia merencanakan pencapaian kemandirian industri yang lebih kokoh. Rencana kemandirian tersebut diwujudkan dengan memproduksi produk-produk turunan dari gas alam, seperti amonia bersih (clean ammonia) dan urea. Upaya ini menjadi komitmen nyata perseroan dalam menghadirkan industri yang lebih mandiri dan ramah lingkungan di masa depan.






