Timbul (49), seorang warga Ngentakrejo, Lendah, Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), terkejut saat mengetahui status kesejahteraannya dalam data pemerintah. Pria yang sehari-hari bekerja sebagai sopir becak motor (betor) di kawasan Malioboro, Kota Yogyakarta, ini tercatat masuk dalam kategori desil 9 dalam Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN). Klasifikasi tersebut menempatkannya di kelompok masyarakat dengan tingkat kesejahteraan tinggi, yang dinilai sangat kontras dengan kondisi riil ekonominya.
Kronologi Terungkapnya Status Desil 9
Status desil 9 ini baru diketahui Timbul sekitar dua pekan lalu. Saat itu, putra bungsunya berhasil diterima di Fakultas Teknik Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) melalui jalur mandiri. Untuk meringankan biaya masuk kuliah sebesar Rp15 juta yang harus dilunasi pada Desember mendatang, sang anak berinisiatif mencari keringanan melalui Program Indonesia Pintar (PIP) dan beasiswa.
Sebagai bagian dari syarat administrasi, anak Timbul mendatangi kantor desa untuk mengurus surat keterangan tidak mampu (SKTM). Namun, saat melakukan pengecekan di balai desa, lurah setempat menemukan bahwa data Timbul terdaftar dalam kategori desil 9. Akibatnya, status tersebut menjadi ganjalan dalam pengurusan surat keterangan miskin yang dibutuhkan.
Dua Perempuan Bekasi Diadili di Surabaya Usai Tawarkan Layanan Seks Threesome

Kontras Kondisi Ekonomi Riil dan Riwayat Bansos
Klasifikasi desil 9 memicu keheranan mendalam bagi Timbul. Sebagai orang tua tunggal, penghasilannya dari menarik becak motor di Malioboro tidak menentu. Timbul mengaku sudah sangat bersyukur jika bisa membawa pulang keuntungan bersih sebesar Rp50.000 dalam sehari. Selain itu, rumah yang ia tempati saat ini merupakan warisan peninggalan mendiang orang tuanya yang nantinya harus dibagi bersama dengan enam saudaranya yang lain.
Sebelum data ini muncul, Timbul selama bertahun-tahun tercatat masuk dalam kategori desil 1, yang merupakan kelompok masyarakat miskin ekstrem atau 10 persen penduduk dengan tingkat kesejahteraan paling rendah. Berkat status desil 1 tersebut, ia sebelumnya rutin menerima berbagai program bantuan sosial (bansos) dari pemerintah.
Pesawat TNI AL Tergelincir di Bandara Hasanuddin, Penerbangan Tetap Berjalan Normal

Lebih Tinggi dari Status Kesejahteraan Lurah
Kejanggalan data DTSEN ini semakin terlihat ketika dibandingkan dengan status perangkat desa setempat. Dalam pengecekan data di balai desa, terungkap bahwa posisi desil Timbul justru lebih tinggi dibandingkan dengan lurah di desanya yang tercatat berada di kategori desil 8. Hingga kini, belum ada penjelasan lebih lanjut mengenai penyebab perubahan drastis pada data kesejahteraan Timbul yang melonjak dari desil 1 ke desil 9.






