PT Swayasa Prakasa Tbk (SWAP), perusahaan yang dimiliki oleh Universitas Gadjah Mada (UGM), berencana melakukan penawaran umum perdana saham atau Initial Public Offering (IPO) di Bursa Efek Indonesia (BEI). Melalui aksi korporasi ini, perseroan membidik dana segar sebanyak-banyaknya Rp 45,22 miliar.
Dalam pelaksanaan IPO tersebut, Swayasa Prakasa akan menawarkan maksimal 323 juta saham baru kepada masyarakat. Saham baru ini memiliki nilai nominal Rp 20 per saham, yang setara dengan maksimal 30,30% dari modal ditempatkan dan disetor penuh perseroan setelah penawaran umum.
Rincian Harga dan Penjamin Emisi
Manajemen Swayasa Prakasa menetapkan harga penawaran awal pada kisaran Rp 130 hingga Rp 140 per saham. Berdasarkan rentang harga tersebut, total nilai penawaran umum perdana saham ini ditargetkan mencapai maksimal Rp 45.220.000.000.
Untuk menyukseskan proses penawaran umum ini, Swayasa Prakasa telah menunjuk PT Sukadana Prima Sekuritas untuk bertindak sebagai penjamin pelaksana emisi efek.
UMKM Sleman Dapat Ruang Usaha, Penggunaan Energi Bersih Ikut Didorong

Rencana Penggunaan Dana IPO
Seluruh dana segar yang diperoleh dari hasil IPO ini rencananya akan dialokasikan untuk menopang kebutuhan modal kerja, belanja modal, serta pembayaran kewajiban keuangan perusahaan.
Secara terperinci, alokasi dana tersebut dibagi menjadi tiga bagian:
- Modal Kerja: Sekitar Rp 15,8 miliar akan digunakan untuk membiayai modal kerja operasional, dengan fokus meningkatkan kapasitas produksi serta menjaga dan meningkatkan kualitas produk.
- Belanja Modal: Sekitar Rp 12,2 miliar akan dialokasikan untuk kebutuhan belanja modal (capital expenditure) guna mendukung pengembangan fasilitas fisik maupun infrastruktur penunjang.
- Pembayaran Utang: Sebesar Rp 12 miliar akan digunakan untuk melunasi utang perusahaan kepada PT Gama Multi Usaha Mandiri (GMUM) dan Yayasan Universitas Gadjah Mada (YUGM).
Fokus Bisnis dan Struktur Kepemilikan
Swayasa Prakasa didirikan berdasarkan Akta Pendirian No. 09 tertanggal 12 Januari 2012 dan mulai beroperasi secara komersial sejak tahun 2014. Pendirian perusahaan ini bertujuan menjadi motor komersialisasi hasil riset lingkungan UGM, sekaligus menjadi bagian dari upaya hilirisasi serta pengembangan inovasi nasional. Saat ini, fokus bisnis perseroan bergerak di bidang industri manufaktur produk kesehatan berbasis riset.
BTN Dukung Indonesia Coffee Expo Jakarta 2026 untuk Perluas Ekosistem Lifestyle

Sebelum pelaksanaan penawaran umum perdana, struktur kepemilikan saham Swayasa Prakasa didominasi oleh PT Gama Multi Usaha Mandiri sebagai pemegang saham pengendali dengan porsi kepemilikan sebesar 97,16% atau setara 721.898.050 saham.
Sementara itu, Universitas Gadjah Mada (UGM) memegang kepemilikan langsung sebesar 2,693% atau setara 20.009.190 saham. Sisa saham lainnya dimiliki oleh PT Radio Swara Gadjah Mada sebanyak 549.920 saham dan Bondan Ardiningtyas sebanyak 542.840 saham.






