Presiden Prabowo Subianto meninjau langsung kondisi warga yang terdampak bencana gempa bumi berkekuatan magnitudo (M) 7,7 di Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur (NTT), pada Rabu (26/8). Kunjungan ini dilakukan untuk melihat langsung situasi di lapangan serta memastikan penanganan dampak gempa berjalan dengan baik.
Pemerintah berkomitmen menyelesaikan pemulihan pascabencana ini dengan cepat. Seluruh proses penanganan bencana di wilayah terdampak ditargetkan untuk dapat diselesaikan secara tuntas dalam waktu dua pekan ke depan.
Kapolri, Iuran Anggota Polri untuk Korban Gempa NTT Capai Rp 12,68 Miliar

Koordinasi Penanganan Darurat
Sebelum sampai di lokasi bencana, Presiden Prabowo tiba di NTT melalui Bandar Udara Internasional Komodo di Labuan Bajo. Setelah itu, Presiden melanjutkan perjalanan menuju Kabupaten Nagekeo untuk meninjau warga.
Setibanya di Kabupaten Nagekeo, Kepala Negara memimpin rapat koordinasi di Posko Penanganan Bencana Alam NTT Kodam IX/Udayana. Rapat ini diselenggarakan untuk menyelaraskan langkah penanganan dampak gempa di lapangan.
Jalan dan Jembatan di NTT Kembali Normal Pascagempa M 7,7, Pendataan Kerusakan Dikebut

Dalam rapat koordinasi di posko tersebut, Presiden Prabowo didampingi oleh Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia, Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian, dan Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo. Kehadiran jajaran menteri dan Kapolri ini bertujuan untuk mengoordinasikan langkah-langkah cepat agar penanganan bencana dapat rampung sesuai dengan target dua pekan yang telah ditetapkan.






