Rangkaian bencana gempa bumi yang melanda wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) terus menunjukkan aktivitas yang signifikan. Sejak pertama kali mengguncang pada 15 Agustus hingga hari Selasa (25/8), tercatat sebanyak 7.259 gempa terjadi di wilayah tersebut. Meskipun frekuensi kegempaan tergolong sangat tinggi, laporan menunjukkan bahwa tidak ada gempa dengan kekuatan di atas magnitudo 7,7.
Dari ribuan gempa yang terekam sejak pertengahan Agustus tersebut, sebagian besar tidak dirasakan secara signifikan. Namun, masyarakat merasakan secara langsung getaran dari setidaknya 143 gempa susulan. Berdasarkan hasil pemantauan, titik pusat atau episentrum dari rangkaian gempa bumi ini dilaporkan berada di sebelah utara Nagekeo.
Sapa Korban Gempa NTT, Prabowo Tegaskan Program Makan Bergizi Gratis Tetap Berlanjut

Sebaran Dampak Gempa
Dampak dari rangkaian gempa ini dilaporkan terus meluas hingga mencakup tujuh kabupaten di NTT. Wilayah-wilayah yang terdampak aktivitas seismik ini meliputi Kabupaten Manggarai Barat, Manggarai, Manggarai Timur, Nagekeo, Ngada, Ende, dan Sikka.
Kebakaran Lahan di Dekat Jalur KA Daru-Tigaraksa Hambat Perjalanan KRL Rangkasbitung

Kondisi di Flores Timur
Sementara itu, kondisi berbeda dilaporkan terjadi di Kabupaten Flores Timur. Wilayah ini dinyatakan tidak terdampak oleh rangkaian gempa bumi yang berpusat di utara Nagekeo tersebut. Kendati demikian, Flores Timur saat ini harus menghadapi tantangan bencana alam lainnya, yaitu erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki.






