Presiden Prabowo Subianto menemui masyarakat terdampak gempa di posko pengungsian Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur (NTT), pada Rabu (26/8/2026). Kunjungan ini dilakukan untuk memantau langsung penanganan pascagempa di wilayah tersebut.
Presiden Prabowo tiba di lokasi pengungsian sekitar pukul 14.05 WIB dengan menaiki mobil Maung berwarna putih. Dalam kunjungan tersebut, Kepala Negara didampingi oleh Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia, dan Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya. Selain mengecek dapur umum dan menyapa warga, Presiden juga menyapa serta berbincang dengan anak-anak di posko pengungsian.
Suasana hangat terlihat saat anak-anak di lokasi mengajak Presiden bercanda. Ketika bersalaman dengan Presiden Prabowo, seorang anak berseru, "Oke gas, oke gas." Anak lainnya juga meminta Presiden untuk menari dengan mengatakan, "Pak Prabowo goyang-goyang."
Prabowo Kunjungi Tenda Pengungsi Korban Gempa di Nagekeo

Rapat Penanganan Bencana NTT
Setelah meninjau posko pengungsian, Presiden Prabowo memimpin rapat penanganan bencana NTT yang digelar di Yonif 834/WM, Kabupaten Nagekeo, pada Rabu (26/8/2026). Rapat yang dibuka oleh Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya ini dihadiri oleh Menteri ESDM, Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Kapolri, Wakil Panglima TNI, Forkopimda, Gubernur NTT, Kapolda, serta Bupati Nagekeo.
Dalam rapat tersebut, Kepala BNPB Suharyanto melaporkan bahwa terdapat tujuh kabupaten di NTT yang terdampak gempa bermagnitudo 7 beberapa waktu lalu, salah satunya adalah Kabupaten Nagekeo.
Prabowo Terima Laporan, Banyak Warga NTT Ngungsi Takut Gempa Susulan

Berdasarkan laporan BNPB, tercatat ada total 7.259 kali gempa di wilayah tersebut sejak 15 Agustus hingga Rabu siang. Dari jumlah tersebut, terdapat 143 gempa susulan bermagnitudo 6,2 yang dirasakan oleh masyarakat sejak 15 Agustus. Meski demikian, Suharyanto memastikan sudah tidak ada lagi gempa susulan dengan kekuatan di atas magnitudo 7 setelah gempa utama yang mengguncang pada 15 Agustus 2026.






