Presiden Prabowo Subianto menginstruksikan agar seluruh proses penanganan bencana gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT) dituntaskan dalam waktu dua pekan ke depan. Pernyataan tersebut disampaikan saat Presiden melakukan kunjungan kerja ke Mbay, Kabupaten Nagekeo, Pulau Flores, NTT, pada Rabu (26/8/2026).
Kunjungan ini dilakukan untuk meninjau langsung kondisi masyarakat yang terdampak gempa bumi berkekuatan magnitudo (M) 7,7 yang mengguncang wilayah tersebut pada Sabtu (15/8/2026) lalu. Dalam rapat koordinasi di Nagekeo, Presiden menjelaskan bahwa ia sengaja baru datang beberapa hari setelah kejadian agar instansi terkait dan pemerintah daerah dapat fokus memberikan pelayanan darurat secara langsung tanpa terpecah konsentrasinya oleh protokoler kunjungan kenegaraan.
Presiden Prabowo Tinjau Korban Gempa M 7,7 di Nagekeo NTT, Targetkan Penanganan Selesai Dua Pekan

Presiden menegaskan bahwa dirinya terus memantau perkembangan penanganan bencana dari Jakarta secara intensif. Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang bereaksi cepat dalam menangani dampak gempa di Flores.
Berdasarkan data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) hingga Selasa (25/8/2026), korban meninggal dunia akibat gempa ini telah mencapai 103 jiwa yang tersebar di tujuh kabupaten di wilayah Flores. Korban jiwa terdiri dari 45 persen laki-laki dan 55 persen perempuan, dengan kelompok lanjut usia (lansia) menjadi yang paling terdampak sebesar 45 persen.
7.259 Gempa Guncang NTT, Dampak Meluas ke Tujuh Kabupaten

Selain korban jiwa, BNPB mencatat sebanyak 1.666 orang mengalami luka-luka, dengan wilayah Manggarai Timur mencatat angka cedera tertinggi yakni 239 orang luka berat dan 404 orang luka ringan. Gempa ini juga mengakibatkan 185.131 warga mengungsi dan merusak 77.912 rumah di tujuh kabupaten terdampak.






