JAKARTA - Presiden Prabowo Subianto berencana untuk meninjau langsung para korban terdampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT). Persiapan untuk kunjungan kerja tersebut saat ini sedang dilakukan agar dapat terealisasi dalam waktu dekat.
Rencana ini disampaikan oleh Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi di Jakarta Convention Center (JCC), Senayan, Jakarta, pada Minggu (23/8/2026).
"Sedang dipersiapkan dalam waktu dekat, insyaallah akan ke sana," ujar Prasetyo.
Rencana Kunjungan Kerja Presiden Prabowo
Pemerintah tengah mematangkan agenda kunjungan Presiden Prabowo Subianto ke wilayah terdampak gempa di Flores, NTT. Langkah ini diambil sebagai bentuk perhatian langsung kepala negara terhadap kondisi masyarakat yang sedang menghadapi masa-masa sulit pascabencana. Melalui koordinasi intensif, kunjungan ini diharapkan dapat segera terlaksana guna meninjau langsung proses penanganan darurat dan penyaluran bantuan di lapangan.
Gempa Magnitudo 5,1 Guncang Flores NTT, BMKG, Tidak Berpotensi Tsunami

Dampak Kerusakan Gempa Flores
Bencana gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 sebelumnya mengguncang wilayah Flores, NTT. Gempa tektonik tersebut menyebabkan kerusakan infrastruktur yang cukup masif di sejumlah wilayah kabupaten di NTT.
Berdasarkan data sementara dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) per Sabtu (22/8/2026), tercatat sebanyak 53.971 unit rumah warga mengalami kerusakan. Plt Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan, menjelaskan bahwa kerusakan tersebut terbagi ke dalam beberapa tingkat keparahan.
Dari total rumah yang rusak, sebanyak 19.006 unit masuk kategori rusak berat, 11.777 unit rusak sedang, dan 23.188 unit rusak ringan.
Rincian Kerusakan di Kabupaten Nagekeo dan Ende
BNPB juga merinci tingkat kerusakan rumah di beberapa daerah terdampak, di antaranya Kabupaten Nagekeo dan Kabupaten Ende.
BNPB, 101 Puskesmas di NTT Kembali Beroperasi Penuh Pascagempa M 7,7

Di Kabupaten Nagekeo, tercatat sebanyak 4.829 unit rumah mengalami kerusakan. Dari jumlah tersebut, rinciannya terdiri atas 1.702 unit rumah mengalami rusak berat, 560 unit rumah rusak sedang, dan 2.567 unit rumah mengalami rusak ringan.
Sementara itu, dampak kerusakan yang cukup signifikan juga dilaporkan terjadi di Kabupaten Ende. Di wilayah ini, tercatat ada 3.953 unit rumah warga yang mengalami kerusakan. Rincian kerusakan di Kabupaten Ende meliputi 763 unit rumah rusak berat, 870 unit rumah rusak sedang, dan 2.320 unit rumah rusak ringan.
Upaya pendataan dan verifikasi di lapangan masih terus berjalan untuk memastikan seluruh warga terdampak mendapatkan bantuan rehabilitasi dan rekonstruksi bangunan yang sesuai dengan tingkat kerusakannya.






