Bagaimana sebuah prinsip spiritual dari masa lampau bisa menjadi fondasi bisnis modern yang menghasilkan ratusan triliun rupiah? Bagi David Steward, jawabannya terletak pada keteguhan hati yang terinspirasi dari kisah Nabi Nuh. Pria asal Amerika Serikat ini membuktikan bahwa memegang teguh keyakinan di tengah keraguan orang lain dapat membawa kesuksesan luar biasa.
Menurut data Forbes per Agustus 2026, David Steward kini memiliki kekayaan mencapai US$12,4 miliar atau sekitar Rp208 triliun. Jumlah kekayaan tersebut menempatkannya sebagai salah satu orang kulit hitam terkaya di dunia. Keberhasilan ini tidak lepas dari raksasa teknologi yang ia dirikan, World Wide Technology (WWT).
Inspirasi Kisah Nabi Nuh dan Kegigihan Menghadapi Cemoohan
Kisah Nabi Nuh menjadi inspirasi utama bagi David Steward dalam membangun bisnisnya dari nol. Dalam perjalanannya, Steward meyakini bahwa teknologi komputer akan memiliki peran yang semakin besar di masa depan, meskipun pada awalnya ide tersebut diragukan banyak orang.
Kemenko Perekonomian Klarifikasi Isu 1.800 Ton 'Emas di Bawah Bantal' Masyarakat

Steward sempat membagikan pandangannya kepada Forbes pada tahun 2004 mengenai tantangan mental yang ia hadapi. Menurutnya, saat seseorang memiliki ambisi besar, orang-orang di sekitarnya cenderung akan meledek, bersuara miring, dan menilai secara sepihak bahwa mimpi tersebut tidak seharusnya dikejar. Prinsip Nabi Nuh yang tetap membangun bahtera besar di tengah cemoohan orang di sekelilingnya menjadi kekuatan bagi Steward untuk terus melangkah maju tanpa memedulikan keraguan pihak lain.
Awal Mula World Wide Technology
Steward mendirikan WWT pada tahun 1990 bersama rekannya, Jim Kavanaugh. Pada masa-masa awal berdiri, perusahaan ini berfokus pada distribusi perangkat keras (hardware), perangkat lunak (software), serta penyediaan layanan teknologi. Salah satu target pasar awal mereka adalah pemerintah federal Amerika Serikat.
Kini, WWT telah bertransformasi dari sebuah perusahaan kecil menjadi penyedia solusi teknologi global yang mempekerjakan lebih dari 12.000 karyawan. Forbes mencatat bahwa WWT saat ini mengantongi pendapatan tahunan sekitar US$20 miliar. Perusahaan ini menangani solusi teknologi untuk berbagai korporasi raksasa dunia, termasuk Citi dan Verizon. Keberhasilan ini juga menempatkan WWT sebagai perusahaan terbesar milik orang kulit hitam di Amerika Serikat.
Tol Sawangan-Bojonggede-Salabenda Dilanjutkan Tahun Ini, Tembus ke Caringin

Latar Belakang dan Perjuangan Masa Muda
Kesuksesan Steward tidak didapatkan secara instan. Ia tumbuh besar di lingkungan Amerika Serikat yang kala itu masih menerapkan segregasi rasial. Steward lahir dan dibesarkan dalam keluarga dengan tujuh bersaudara. Ayahnya bekerja keras demi menghidupi keluarga dengan melakoni berbagai pekerjaan, mulai dari mekanik, petugas kebersihan, hingga pengangkut sampah.
Setelah menyelesaikan pendidikannya di Central Missouri University, Steward mulai merintis kariernya di dunia profesional. Sebelum akhirnya memutuskan untuk mendirikan WWT, ia sempat bekerja di bidang penjualan untuk beberapa perusahaan besar seperti Missouri Pacific Railroad, Union Pacific, dan FedEx. Pengalaman kerja inilah yang kemudian turut membentuk kemampuan bisnisnya hingga kini ia menjabat sebagai chairman di WWT.






