Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, memberikan perhatian khusus terhadap pentingnya pemahaman sejarah bagi kelangsungan bangsa. Beliau secara terbuka meminta dan mengajak generasi muda Indonesia untuk mempelajari sejarah bangsa mereka sendiri. Menurut Presiden Prabowo, pemahaman sejarah ini sangat krusial karena sebuah bangsa yang tidak mengerti dan tidak memahami sejarahnya sendiri pada akhirnya akan dihukum oleh sejarah itu sendiri. Pesan mendalam ini disampaikan sebagai pengingat bagi generasi penerus agar tidak melupakan akar perjuangan dan perjalanan bangsa Indonesia.
Pernyataan tersebut disampaikan oleh Presiden Prabowo Subianto dalam sebuah acara penting, yaitu saat meresmikan dan meluncurkan Mobil Listrik Nasional. Acara peluncuran teknologi ramah lingkungan tersebut diselenggarakan di kawasan Cikarang, Jawa Barat. Momentum peluncuran Mobil Listrik Nasional ini berlangsung pada hari Kamis, tanggal 13 Agustus 2026. Melalui kesempatan tersebut, Presiden memanfaatkan ruang publik untuk menyampaikan pesan edukatif mengenai pentingnya kesadaran sejarah di tengah kemajuan teknologi dan industri nasional.
Meskipun meminta generasi muda untuk mempelajari sejarah masa lalu, Presiden Prabowo memberikan klarifikasi penting agar pesan ini tidak disalahartikan. Beliau menegaskan bahwa ajakan untuk mempelajari sejarah tersebut sama sekali bukan berarti bangsa Indonesia harus membenci bangsa-bangsa lain di dunia. Sebaliknya, hal ini merupakan bentuk mawas diri. Prabowo menyebutkan bahwa sifat ramah dan baik yang dimiliki oleh Indonesia sering kali disalahartikan oleh bangsa lain. Akibat sifat ramah tersebut, bangsa-bangsa lain cenderung menganggap Indonesia sebagai negara yang lemah atau dikenal dengan istilah "soft state".
Presiden Prabowo Janjikan Kredit Motor Listrik Nasional Tanpa DP dan Bunga Rendah

Dampak dari anggapan sebagai "soft state" atau negara yang lemah ini tercermin dari berbagai kerugian nyata yang dialami oleh Indonesia. Presiden Prabowo memaparkan bahwa Indonesia telah mengalami banyak kerugian akibat eksploitasi ilegal terhadap sumber daya alamnya. Bentuk-bentuk kerugian tersebut meliputi maraknya penyelundupan serta aktivitas pertambangan liar atau ilegal yang merampas kekayaan alam Indonesia. Menurut beliau, harta dan kekayaan alam milik bangsa kerap kali diambil secara ilegal langsung di depan mata, namun respons atau reaksi yang diberikan untuk mengatasinya sering kali dinilai lambat.
Selain masalah pencurian sumber daya alam pada masa kini, catatan sejarah juga menunjukkan bahwa kedaulatan Indonesia terus-menerus diuji sejak masa lalu. Prabowo menjelaskan bahwa setelah Indonesia menerima kedaulatan penuh dan bendera Merah Putih dikibarkan pada tahun 1950, negara ini tidak langsung bebas dari ancaman. Sebaliknya, Indonesia justru menghadapi berbagai macam gangguan serta intervensi asing yang terjadi hampir setiap tahunnya. Berbagai gangguan keamanan dan stabilitas negara tersebut tercatat jelas dalam lembaran sejarah perjalanan bangsa.
Presiden Prabowo Luncurkan Motor Listrik Nasional di Bekasi dan Singgung Pajak Karbon

Presiden Prabowo kemudian merinci beberapa contoh gangguan keamanan dan intervensi sejarah yang pernah melanda Indonesia setelah tahun 1950 tersebut. Beberapa peristiwa pemberontakan dan gangguan yang beliau sebutkan antara lain adalah gerakan APRA, RMS, DI/TII, PRRI/Permesta, PGRS/Paraku, hingga peristiwa G30S/PKI. Dengan mempelajari peristiwa-peristiwa bersejarah ini, generasi muda diharapkan dapat memahami berbagai dinamika dan ancaman yang pernah dihadapi Indonesia, sehingga bangsa ini dapat berdiri lebih kuat di masa depan tanpa harus mengulangi kesalahan yang sama.






