apriniageosat.co.id
BerandaNasionalKesehatanHukumEkonomiOlahragaPolitikTeknologiOtomotifInternasionalSportsBusinessNationalPopuler
Beranda/Politik

Pesan Megawati dari Jejak Bung Karno di Surabaya

Togar PanjaitanDiterbitkan 23 Agu 2026 - 22.44 路 0 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
Pesan Megawati dari Jejak Bung Karno di Surabaya
Foto/Ilustrasi: liputan6.com.
A-A+

Ketua Umum DPP PDI Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarnoputri memberikan arahan penting dalam Konsolidasi PDI Perjuangan Jawa Timur di Surabaya pada Minggu (23/8/2026). Dalam forum tersebut, Presiden kelima Republik Indonesia ini mengingatkan seluruh kader partai agar tidak menempatkan uang dan kekuasaan sebagai segala-galanya dalam perjuangan politik mereka.

Selain memberikan peringatan moral, Megawati juga menetapkan target politik yang jelas untuk wilayah Jawa Timur. Ia menargetkan perolehan kursi PDIP di provinsi tersebut setidaknya harus mampu menyamai capaian yang telah diraih pada Pemilu 2019.

Peringatan Ideologis untuk Kader PDIP

Pesan Megawati ini menekankan pentingnya komitmen ideologis di atas kepentingan materi. Dengan menargetkan perolehan kursi minimal setara dengan Pemilu 2019, Megawati menuntut kerja keras dari seluruh elemen partai di Jawa Timur tanpa harus mengorbankan nilai-nilai perjuangan demi kekuasaan semata.

Langkah konsolidasi ini sengaja digelar di Surabaya untuk membangkitkan kembali memori kolektif kader terhadap akar sejarah partai dan bangsa. Jawa Timur, khususnya Surabaya, dinilai memiliki posisi yang sangat penting dalam sejarah perjuangan serta proses pembentukan pemikiran Presiden Pertama RI, Soekarno atau Bung Karno.

Baca Juga

Cara Kemenhut Pantau Gajah di Tengah Kebakaran Way Kambas

Cara Kemenhut Pantau Gajah di Tengah Kebakaran Way Kambas

Surabaya Sebagai 'Dapur Nasionalisme'

Dalam arahannya, Megawati mengingatkan kembali bahwa Bung Karno sendiri yang menyebut Surabaya sebagai "Dapurnya Nasionalisme". Di kota inilah sejarah besar pemikiran kemerdekaan Indonesia mulai digodok.

Pada tahun 1916, Surabaya sudah menjadi pusat kapitalisme global. Di tengah situasi tersebut, Bung Karno menyelesaikan pendidikannya di HBS (Hoogere Burgerschool) sekaligus berguru kepada tokoh pergerakan nasional, H.O.S. Tjokroaminoto.

Meneladani Perjuangan Masa Muda Bung Karno

Megawati menggambarkan bagaimana prihatinnya kehidupan masa muda Bung Karno saat menimba ilmu di Surabaya. Bung Karno tinggal di sebuah ruangan sempit tanpa jendela dan hanya menggunakan penerangan lampu teplok yang sangat sederhana.

Baca Juga

Banyuwangi Jadi Percontohan Nasional Pengelolaan Sampah Berbasis Masyarakat

Banyuwangi Jadi Percontohan Nasional Pengelolaan Sampah Berbasis Masyarakat

Meski hidup dalam keterbatasan fisik, ruang gerak intelektual Bung Karno tidak terbatas. Melalui buku-buku, Bung Karno berdialog secara intelektual dengan berbagai tokoh dan pemikir dunia, seperti Thomas Jefferson, George Washington, William Gladstone, Karl Marx, Sun Yat-sen, Mustafa Kemal Atat眉rk, hingga Jean-Jacques Rousseau.

Melalui pergulatan pemikiran di kamar sempit itulah, Bung Karno yang baru berusia 16 tahun mulai berimajinasi dan memantapkan langkah untuk memperjuangkan Indonesia Merdeka. Kisah keteladanan ini dihadirkan kembali oleh Megawati sebagai refleksi agar kader PDIP masa kini tidak kehilangan arah dalam berpolitik.

Ikuti apriniageosat.co.id

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

SurabayaMegawati SoekarnoputriPDI Perjuangan

Berita Terbaru Lainnya

Cara Kemenhut Pantau Gajah di Tengah Kebakaran Way KambasBanyuwangi Jadi Percontohan Nasional Pengelolaan Sampah Berbasis MasyarakatAS Rencana Rilis Sanksi Baru, Iran Sebut Tindakan Terorisme EkonomiJadwal Elche vs Barcelona di LaLiga 2026/2027, Siaran Live 24 AgustusKemhan Bantah Isu Larangan Hijab di Unhan dan Sesuaikan Aturan Seragam KadetProfil Adam Foroughi, Imigran Iran Berharta Rp197 Triliun yang Sukses di ASBRI Luncurkan BRImo Taiwan, Perkuat Layanan Keuangan PMIKementerian PU Tangani 94 Titik Kerusakan Jalan dan Jembatan Pascagempa NTT

Paling Banyak Dibaca

Langkah Strategis Vale Indonesia Membangun Rantai Pasok Baterai Kendaraan Listrik di Morowali

Ekonomi

Langkah Strategis Vale Indonesia Membangun Rantai Pasok Baterai Kendaraan Listrik di Morowali

27 Jul 2026

Di Balik Meja Birokrasi, Saat Jarak dan Kesepian Jadi Musuh Produktivitas ASN

Nasional

Di Balik Meja Birokrasi, Saat Jarak dan Kesepian Jadi Musuh Produktivitas ASN

25 Jul 2026

Manuver Maut di Tikungan Sudirman, Kaki Pemotor Terlindas Bus Transjakarta

Megapolitan

Manuver Maut di Tikungan Sudirman, Kaki Pemotor Terlindas Bus Transjakarta

25 Jul 2026

Polisi Tahan Suami yang Aniaya Istri hingga Tewas di Luwu Timur

Hukum

Polisi Tahan Suami yang Aniaya Istri hingga Tewas di Luwu Timur

27 Jul 2026

Dua Orang Tewas dalam Kebakaran Rumah di Pulo Gadung Jakarta Timur

Metropolitan

Dua Orang Tewas dalam Kebakaran Rumah di Pulo Gadung Jakarta Timur

27 Jul 2026

Gelombang Perhelatan Dunia Siap Guyur Indonesia hingga Awal 2027

Pariwisata

Gelombang Perhelatan Dunia Siap Guyur Indonesia hingga Awal 2027

26 Jul 2026

馃敟

Populer

  1. 1Langkah Strategis Vale Indonesia Membangun Rantai Pasok Baterai Kendaraan Listrik di MorowaliEkonomi 路 27 Jul 2026
  2. 2Di Balik Meja Birokrasi, Saat Jarak dan Kesepian Jadi Musuh Produktivitas ASNNasional 路 25 Jul 2026
  3. 3Manuver Maut di Tikungan Sudirman, Kaki Pemotor Terlindas Bus TransjakartaMegapolitan 路 25 Jul 2026
  4. 4Polisi Tahan Suami yang Aniaya Istri hingga Tewas di Luwu TimurHukum 路 27 Jul 2026
  5. 5Dua Orang Tewas dalam Kebakaran Rumah di Pulo Gadung Jakarta TimurMetropolitan 路 27 Jul 2026

apriniageosat.co.id

Copyright 2026 apriniageosat.co.id - All Rights Reserved.

Kategori

NasionalKesehatanHukumEkonomiOlahragaPolitikTeknologiOtomotifInternasionalSportsBusinessNational

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap