Kisah sukses imigran di Amerika Serikat selalu menarik untuk disimak, salah satunya adalah kisah perjalanan hidup Adam Foroughi. Pria berusia 46 tahun asal Iran ini berhasil membuktikan dirinya sebagai salah satu imigran paling sukses di Negeri Paman Sam. Sumber kekayaan utama konglomerat ini berasal dari raksasa teknologi periklanan yang ia bangun, AppLovin.
Keberhasilannya di industri teknologi periklanan tidak hanya membawa namanya dikenal luas di dunia bisnis global, tetapi juga melambungkan nilai kekayaan pribadinya hingga mencapai angka yang sangat fantastis. Perjalanan hidup Foroughi menggambarkan bagaimana kerja keras dan pendidikan mampu mengubah nasib seorang imigran menjadi salah satu tokoh bisnis terkemuka.
Melarikan Diri dari Perang Menuju California
Lahir di Teheran, Iran, pada tahun 1980, Adam Foroughi menghabiskan masa kecilnya di tengah situasi yang tidak menentu. Saat ia masih kecil, keluarganya memutuskan untuk pindah ke California, Amerika Serikat. Keputusan besar ini diambil oleh keluarganya demi melarikan diri dari konflik bersenjata Perang Iran-Irak yang berkecamuk di tanah kelahiran mereka.
Setibanya di California, keluarga Foroughi mulai membangun kehidupan baru dari awal. Di tempat baru ini, sang ayah berhasil merintis dan mendirikan sebuah perusahaan konstruksi yang sukses. Keberhasilan sang ayah di dunia usaha secara tidak langsung memberikan fondasi yang stabil bagi pertumbuhan dan pendidikan Foroughi.
BRI Luncurkan BRImo Taiwan, Perkuat Layanan Keuangan PMI

Foroughi menempuh pendidikan menengahnya di Aliso Niguel High School. Setelah menyelesaikan masa sekolahnya, ia melanjutkan studi ke jenjang yang lebih tinggi dengan mengambil jurusan ekonomi di University of California, Berkeley, yang dikenal sebagai salah satu institusi pendidikan terbaik di Amerika Serikat.
Rintisan Karier dan Pendirian AppLovin
Setelah berhasil meraih gelar sarjana ekonomi dari University of California, Berkeley, Foroughi tidak langsung mendirikan perusahaan sendiri. Ia terlebih dahulu memulai langkah profesionalnya di dunia keuangan dengan bekerja sebagai pedagang instrumen investasi derivatif. Pengalaman praktis ini memberikan pemahaman mendalam mengenai transaksi keuangan dan dinamika pasar.
Ketertarikannya pada dunia bisnis kemudian mendorong Foroughi untuk beralih haluan. Sebelum mendirikan raksasa teknologinya saat ini, ia terlebih dahulu mendirikan dua bisnis yang bergerak di bidang pemasaran. Langkah ini menjadi fondasi penting dalam mengasah kemampuan kewirausahaan dan pemasarannya.
Puncak perjalanan kariernya dimulai pada tahun 2012. Foroughi bersama dua orang rekannya, John Krystinak dan Andrew Karam, memutuskan untuk berkolaborasi mendirikan perusahaan baru bernama AppLovin di Palo Alto. Perusahaan ini berfokus pada pengembangan gim seluler serta penyediaan layanan periklanan digital. Sejak awal berdirinya AppLovin, Foroughi dipercaya untuk memimpin jalannya perusahaan dengan menjabat sebagai Chief Executive Officer (CEO).
Kementerian PU Tangani 94 Titik Kerusakan Jalan dan Jembatan Pascagempa NTT

Masuk Daftar Imigran Terkaya di AS
Keputusan Foroughi untuk terjun ke industri teknologi periklanan digital terbukti sangat tepat. Seiring dengan pesatnya perkembangan industri gim seluler dan iklan digital, posisi AppLovin sebagai raksasa teknologi pun semakin kokoh. Dampaknya, nilai aset dan kekayaan pribadi Foroughi turut meningkat secara signifikan.
Berdasarkan data yang dicatat oleh Forbes per hari Minggu (23/8), total kekayaan bersih yang dimiliki oleh Adam Foroughi telah menyentuh angka US$11,2 miliar atau setara dengan sekitar Rp197,67 triliun. Perhitungan nilai rupiah ini menggunakan asumsi nilai kurs sebesar Rp17.649 per dolar AS.
Dengan jumlah kekayaan yang sangat besar tersebut, Forbes menempatkan Foroughi pada peringkat ke-10 dalam Daftar Imigran Terkaya di AS pada tahun 2026. Pencapaian ini tidak hanya menjadi bukti kesuksesan finansial pribadinya, tetapi juga mempertegas statusnya sebagai salah satu imigran asal Iran yang paling sukses dan berpengaruh di Amerika Serikat.






