Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) menegaskan bahwa program Sekolah Rakyat bukan sekadar sarana pendidikan bagi anak-anak dari keluarga prasejahtera. Program ini juga menjadi langkah strategis pemerintah untuk mendorong kemandirian keluarga secara menyeluruh.
Menurut Gus Ipul, pendidikan merupakan salah satu kunci utama untuk memutus mata rantai kemiskinan. Hal inilah yang melandasi pemerintah dalam menghadirkan program Sekolah Rakyat bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu.
Memutus Rantai Kemiskinan sebagai Amanat Konstitusi
Upaya membebaskan masyarakat dari kemiskinan merupakan amanat konstitusi. Negara berkewajiban untuk memelihara fakir miskin dan anak-anak terlantar, serta memberikan mereka akses pendidikan yang layak.
Salah satu strategi Presiden Prabowo untuk memutus rantai kemiskinan adalah dengan menyediakan pendidikan berkualitas, khususnya bagi keluarga yang paling tidak mampu. Melalui program Sekolah Rakyat, anak-anak yang sebelumnya putus sekolah atau mengalami kendala biaya akibat kemiskinan ekstrem kini bisa mendapatkan fasilitas pendidikan berkualitas, mulai dari asrama hingga seragam gratis.
Kementerian PU Tangani 94 Titik Kerusakan Jalan dan Jembatan Pascagempa NTT

Target Perluasan Program Sekolah Rakyat
Saat ini, program Sekolah Rakyat telah diikuti oleh lebih dari 43.000 siswa di berbagai wilayah Indonesia. Pemerintah menargetkan penambahan lebih dari 150.000 siswa baru pada tahun depan, sehingga total peserta program dapat mencapai hampir 200.000 siswa.
Selain peningkatan jumlah siswa, Presiden Prabowo juga menargetkan pembangunan satu gedung permanen Sekolah Rakyat di setiap kabupaten dan kota di Indonesia. Setiap gedung tersebut dirancang untuk menampung lebih dari 2.000 siswa di tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP) hingga Sekolah Menengah Atas (SMA).
Intervensi Orang Tua Melalui Pemberdayaan Sosial
Pemerintah tidak hanya berfokus pada pendidikan anak, tetapi juga melakukan intervensi terhadap orang tua siswa melalui pemberdayaan sosial. Langkah ini bertujuan agar keluarga prasejahtera tersebut dapat keluar dari garis kemiskinan.
Polri Ingatkan Warga Tidak Bakar Sampah Sembarangan untuk Cegah Karhutla

Gus Ipul menjelaskan bahwa pemberdayaan keluarga difokuskan pada penguatan tiga aspek utama:
- Keterampilan atau kapasitas (ability): Meningkatkan kemampuan dan keterampilan orang tua siswa.
- Aset: Memperkuat aset bagi mereka yang ingin menjalankan usaha.
- Modal: Memenuhi kebutuhan modal untuk mendukung usaha mereka.
Melalui kombinasi fasilitas pendidikan bagi anak dan pemberdayaan ekonomi bagi orang tua, pemerintah berharap keluarga prasejahtera dapat mandiri secara ekonomi.






