Kebakaran hutan dan lahan yang melanda kawasan Taman Nasional Way Kambas (TNWK) di Lampung Timur akhirnya berhasil dipadamkan oleh tim gabungan pada Sabtu (22/8/2026) malam. Di tengah ancaman api yang sempat meluas, Kementerian Kehutanan bergerak cepat memastikan keselamatan satwa dilindungi, khususnya gajah sumatra, dengan memanfaatkan teknologi pemantauan jarak jauh.
Pemantauan Intensif Menggunakan GPS Collar
Kementerian Kehutanan memastikan tidak ada gajah yang terdampak langsung oleh kebakaran hutan tersebut. Langkah antisipasi dan perlindungan satwa ini bertumpu pada pemantauan pergerakan kelompok gajah secara berkala.
Direktur Konservasi Keanekaragaman Hayati Spesies dan Genetik Kementerian Kehutanan, Dr. Ahmad Munawir, menjelaskan bahwa kondisi dan pergerakan sejumlah gajah di TNWK dipantau secara berkala melalui GPS collar yang terpasang pada satwa tersebut. Teknologi ini mempermudah petugas dalam memetakan posisi gajah secara berkala untuk menjauhkan mereka dari titik bahaya.
Saat kebakaran melanda, lokasi api terdeteksi berada di bagian selatan kawasan taman nasional yang memiliki luas total sekitar 125.000 hektare tersebut. Sementara itu, kelompok gajah yang dipasangi GPS collar terpantau berada di bagian utara, sehingga aman dari jangkauan api.
Pesan Megawati dari Jejak Bung Karno di Surabaya

Dampak Kebakaran di Kawasan Rawa Gambut
Upaya pemadaman intensif oleh tim gabungan berhasil menjinakkan api sekitar pukul 19.00 WIB pada Sabtu malam. Pemantauan lanjutan yang dilakukan hingga sekitar pukul 23.00 WIB memastikan tidak ada lagi titik api yang tersisa di area tersebut.
Berdasarkan pengukuran sementara, luas lahan yang terbakar di kawasan TNWK diperkirakan mencapai sekitar 600 hektare. Namun, angka ini masih bersifat sementara dan akan diverifikasi serta diukur kembali untuk memastikan luasan pasti area terdampak.
Selain area utama tersebut, kebakaran juga sempat melanda wilayah Resort Kuala Penet yang merupakan kawasan rawa gambut. Kebakaran di Kuala Penet menghanguskan lahan seluas kurang lebih 673,4 hektare sebelum akhirnya berhasil dikendalikan pada Sabtu malam. Proses pemadaman di resort ini melibatkan sekitar 250 personel gabungan.
Banyuwangi Jadi Percontohan Nasional Pengelolaan Sampah Berbasis Masyarakat

Meskipun area yang terbakar cukup luas, petugas di lapangan hingga kini belum menemukan adanya bangkai satwa liar seperti ular, trenggiling, maupun rusa di lokasi bekas kebakaran.
Pergeseran Personel ke Titik Api Baru
Setelah berhasil mengendalikan situasi di Resort Kuala Penet dan area selatan TNWK, tim gabungan tidak langsung menurunkan kewaspadaan. Langkah berikutnya difokuskan pada penanganan titik kebakaran yang baru muncul.
Kepala Balai TNWK, MHD Zaidi, menyatakan bahwa personel gabungan kini telah bergeser untuk melakukan pemadaman di lokasi kebakaran baru yang terdeteksi di wilayah Braja Luhur. Patroli dan pengawasan ketat terus dilakukan guna mengantisipasi munculnya titik api baru di sekitar kawasan taman nasional.






