Pertamina Patra Niaga terus memperkuat pengawasan dalam penyaluran bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi, khususnya Pertalite. Langkah ini dilakukan guna memastikan bantuan energi tersebut tepat sasaran sekaligus meminimalkan potensi penyalahgunaan di lapangan.
Ketimpangan Konsumsi BBM Bersubsidi
Upaya pengetatan ini sejalan dengan hasil kajian Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) pada tahun 2023. Kajian tersebut menunjukkan bahwa sekitar 63% konsumen Pertalite berasal dari rumah tangga berpendapatan menengah ke atas.
Kepala Center of Industry, Trade and Investment INDEF, Andry Satrio Nugroho, menyarankan agar subsidi BBM diberikan secara langsung kepada individu, bukan lagi pada komoditasnya. Menanggapi hal tersebut, Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, Roberth M.V. Dumatubun, menyatakan bahwa Pertamina terus berkomitmen untuk memastikan penyaluran BBM bersubsidi tepat sasaran melalui berbagai langkah pengawasan.
Sanksi Pemblokiran QR Code bagi Pelanggar
Di Kalimantan Barat, Pertamina Patra Niaga bersiap mengambil tindakan tegas berupa pemblokiran QR Code Program Subsidi Tepat bagi kendaraan yang terbukti melakukan pelanggaran. Sales Area Manager Pertamina Patra Niaga Wilayah Kalimantan Barat, Widhi Tri Adhi Hidayat, menjelaskan terdapat tiga jenis pelanggaran yang menjadi sasaran pemblokiran.
Trauma Gempa Susulan, Warga Manggarai Timur Bertahan di Tenda Darurat

Tiga pelanggaran tersebut meliputi penggunaan kendaraan dengan tangki yang telah dimodifikasi, pengisian BBM bersubsidi secara berulang, serta penggunaan QR Code dengan data yang tidak sesuai dengan identitas kendaraan terdaftar.
Langkah pengawasan ini juga diperkuat dengan penindakan hukum oleh aparat kepolisian. Kasat Reskrim Polresta Pontianak, Kompol Happy Margonowati Suyono, mengonfirmasi bahwa pihak kepolisian berhasil mengungkap dugaan penyalahgunaan Pertalite di SPBU Kota Baru, Jalan Prof. M. Yamin, Pontianak, pada Jumat, 10 Juli 2026 dini hari. Dalam penindakan tersebut, aparat menyita 37 jeriken berisi Pertalite dan satu unit sepeda motor dengan tangki siluman yang telah dimodifikasi.
Evaluasi Layanan dan Penanganan Kendala Teknis
Sementara itu, di wilayah Jawa Timur, Bali, dan Nusa Tenggara (Jatimbalinus), Pertamina Patra Niaga menerima dan menampung aspirasi dari kelompok sopir truk terkait penerapan barcode untuk BBM bersubsidi pada Rabu, 29 April.
Kabut Asap Ganggu Pendaratan Pesawat di Bandara Sultan Thaha Jambi

Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus, Ahad Rahedi, menjelaskan bahwa sistem Pertamina kini dirancang untuk mendeteksi anomali transaksi secara otomatis. Anomali yang dideteksi meliputi pembelian BBM dalam volume besar dalam waktu berdekatan, serta pengisian di beberapa SPBU berbeda dalam waktu singkat.
Untuk membantu pengemudi yang mengalami kendala teknis pada QR Code mereka, Pertamina menyediakan layanan helpdesk 147 di seluruh wilayah Jawa Timur. Dari 119 kendaraan yang mendaftar untuk reaktivasi QR Code di wilayah tersebut, sebanyak 73,1% (87 kendaraan) telah berhasil menyelesaikan proses pendaftaran ulang. Sementara itu, 26,9% (32 kendaraan) belum berhasil memperoleh kembali QR Code tersebut karena berbagai kendala administratif dan teknis.






