Pemerintah Indonesia mengambil langkah cepat untuk mempercepat proses pengoperasian Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Batang Toru yang memiliki kapasitas daya sebesar 510 megawatt. Langkah akselerasi ini diambil sebagai bagian dari upaya menjaga ketahanan energi nasional, khususnya di wilayah Sumatera. PLTA Batang Toru merupakan salah satu Proyek Strategis Nasional yang memiliki nilai investasi sangat besar, yakni mencapai Rp 21,6 triliun. Kehadiran pembangkit listrik ramah lingkungan ini diharapkan mampu memberikan dampak signifikan bagi pemenuhan kebutuhan listrik di wilayah tersebut.
Langkah percepatan ini dirasa semakin mendesak setelah terjadinya bencana banjir pada bulan November 2025 yang lalu. Bencana alam tersebut merobohkan lima menara transmisi yang menjadi bagian penting dari infrastruktur








