Sektor transportasi laut memegang peranan yang sangat vital bagi perekonomian global, mengingat sekitar 80 persen dari volume perdagangan barang internasional diangkut melalui jalur laut. Namun, saat ini, jalur-jalur pelayaran utama yang menjadi nadi perdagangan dunia tengah menghadapi tekanan berat akibat konflik bersenjata dan ketegangan geopolitik. Mulai dari kawasan Laut Hitam, Selat Hormuz di Timur Tengah, hingga potensi konflik baru di Terusan Panama, rantai pasok global kini dibayangi ketidakpastian yang tinggi.
Di kawasan Laut Hitam dan Laut Azov, pertempuran sengit telah mengubah peta keamanan maritim. David Roche menilai perang di wilayah tersebut sebagai ofensif maritim pertama yang dilakukan hampir sepenuhnya menggunakan pesawat nirawak dan rudal. Dampak dari konflik ini sangat terasa pada pasokan pangan dan energi dunia. Penutupan Selat Kerch oleh Rusia telah mematikan koridor maritim vital untuk pengangkutan minyak mentah, gandum, batu bara, hingga baja. Di sisi lain, pihak Ukraina mengklaim telah melumpuhkan sekitar sepertiga dari total armada Laut Hitam Rusia sejak tahun 2022.








