Sebuah ledakan mobil mengguncang kota Saint Petersburg, Rusia, pada Kamis (27/8/2026) waktu setempat. Insiden tersebut mengakibatkan seorang anggota militer Rusia berpangkat letnan kolonel tewas di tempat kejadian. Sementara itu, istri korban yang berada di dalam mobil yang sama dilaporkan terluka dan langsung dilarikan ke rumah sakit.
Komite Investigasi Rusia menyatakan telah membuka kasus pidana terkait peristiwa mobil terbakar yang menewaskan satu orang dan melukai satu orang lainnya ini. Kendati demikian, dalam pernyataan resminya, komite tersebut belum mengidentifikasi korban tewas secara spesifik sebagai anggota militer.
14 Bayi Meninggal dalam Kebakaran Rumah Sakit di Pakistan

Peristiwa ini menambah ketegangan setelah serangkaian serangan serupa yang menyasar personel militer Rusia. Sebelumnya, Rusia menuduh Ukraina mendalangi berbagai pembunuhan terhadap pejabat militer senior dan pihak-pihak yang berhubungan dengan operasi militer Moskow.
Salah satu insiden sebelumnya terjadi pada 13 Agustus lalu, ketika seorang perwira militer Rusia tewas akibat serangan bom di Krimea, wilayah yang dianeksasi Rusia. Otoritas keamanan kemudian menahan seorang wanita yang diduga melakukan aksi tersebut atas instruksi dari dinas rahasia Ukraina.
Mengenal Haakon VIII, Raja Baru Norwegia

Sejauh ini, respons dari pihak Ukraina terhadap berbagai tuduhan serangan di wilayah Rusia dan Krimea terbagi. Sejumlah sumber di Ukraina mengklaim bertanggung jawab atas beberapa serangan, namun membantah keterlibatan mereka dalam insiden lainnya.






