Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat jumlah pengungsi akibat gempa bumi magnitudo 7,7 di Nusa Tenggara Timur (NTT) kini mencapai 192.303 orang. Peningkatan ini terjadi setelah adanya penambahan sebanyak 16.394 orang dari hasil validasi data terbaru.
Pelaksana Tugas Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan, menjelaskan bahwa lonjakan angka pengungsi ini bukan disebabkan oleh adanya gelombang pengungsian baru. Kenaikan ini merupakan hasil proses validasi data yang sebelumnya belum terdata secara optimal, khususnya di Kabupaten Ngada. Di wilayah tersebut, jumlah pengungsi yang semula tercatat 3.259 orang melonjak drastis menjadi 21.552 orang.
Hingga Sabtu (29/8), BNPB melaporkan jumlah korban meninggal dunia akibat gempa yang mengguncang pada 15 Agustus 2026 lalu tetap berada di angka 111 orang. Dari total korban jiwa tersebut, sebanyak 43,6 persen berjenis kelamin laki-laki dan 56,4 persen perempuan, dengan kelompok lanjut usia (lansia) sebagai kelompok usia terbanyak.
35 Ribu Warga di 6 Kabupaten NTT Terdampak Gempa Terima Bantuan dan Layanan Kesehatan

Sementara itu, BMKG mencatat telah terjadi 9.278 kali gempa susulan dengan kekuatan bervariasi antara magnitudo 1,0 hingga 6,2. Dari ribuan gempa susulan tersebut, sebanyak 153 getaran dirasakan langsung oleh masyarakat. Aktivitas gempa susulan ini diperkirakan masih akan terus berlangsung selama tiga hingga empat minggu terhitung sejak gempa utama pada pertengahan Agustus.
Untuk membantu warga terdampak, BNPB melaporkan telah mengirimkan sebanyak 1.911 ton logistik ke wilayah NTT hingga Jumat (28/8). Menurut Berton Panjaitan, sebanyak 1.763 ton bantuan di antaranya telah disalurkan kepada masyarakat. Wakil Menteri Kesehatan Dante Saksono Harbuwono menyatakan bahwa seluruh layanan medis bagi korban gempa diberikan secara gratis dengan menggunakan dana siap pakai dari BNPB.
Dapur Umum dan Pos Pengungsi Gempa NTT Dipindahkan ke Pulau Palue

Di lapangan, penanganan dampak gempa terus berjalan secara lintas sektor. Kementerian Sosial memperkuat layanan dukungan psikososial bagi warga di Kabupaten Sikka. Di kabupaten yang sama, tepatnya di Desa Mekandetung, Kecamatan Kangae, warga yang mengungsi dilaporkan mengandalkan air hujan untuk kebutuhan mereka. Sementara itu, di Kabupaten Manggarai Barat, dampak gempa juga memaksa sejumlah personel kepolisian ikut mengungsi bersama keluarga mereka.






