Larasati Aulia Shafira Damayanti, alumnus SMA Unggulan CT ARSA Foundation Sukoharjo, berhasil mewujudkan mimpinya untuk melanjutkan pendidikan ke Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Institut Teknologi Bandung (ITB). Keberhasilan ini semakin lengkap setelah ia dinyatakan terpilih sebagai salah satu dari sekitar 350 penerima program BSI Scholarship Unggulan.
Melalui program beasiswa tersebut, Larasati mendapatkan bantuan penuh yang mencakup pembiayaan Uang Kuliah Tunggal (UKT), uang saku bulanan sebesar Rp1,5 juta, fasilitas laptop untuk menunjang perkuliahan, program pembinaan, hingga kesempatan magang di sektor perbankan syariah.
Perjuangan di Tengah Keterbatasan Ekonomi
Perjalanan Larasati menuju bangku kuliah tidaklah mudah. Keluarganya yang tinggal di Boyolali, Jawa Tengah, harus menghadapi keterbatasan ekonomi yang cukup berat. Ayahnya bekerja sebagai petugas kebersihan di SMK Dwija Dharma Boyolali dengan penghasilan sekitar Rp500 ribu per bulan, dan harus mencari tambahan dengan bekerja sampingan sebagai buruh jahit.
Praperadilan Febrie Adriansyah Ditolak, Hakim Nyatakan Status Tersangka dan Penggeledahan Sah

Sementara itu, sang ibu tidak dapat bekerja karena kondisi kesehatan yang menurun, memiliki riwayat penyakit jantung serta pernah menjalani operasi kista. Di tengah kondisi tersebut, orang tua Larasati juga masih harus membiayai pendidikan kakaknya yang saat ini sedang menempuh kuliah di perguruan tinggi.
Melalui Tiga Tahapan Seleksi Ketat
Untuk mendapatkan beasiswa bergengsi ini, Larasati harus melewati tiga tahapan seleksi yang ketat, mulai dari seleksi administrasi, tes tertulis, hingga wawancara. Pada tahap awal administrasi, ia menyusun esai dengan berkonsultasi kepada kakaknya yang memiliki latar belakang pendidikan Bahasa Indonesia.
Sidang Praperadilan Ungkap Febrie Adriansyah Disebut Terima Rp40 Miliar dari Tan Kian

Memasuki tahap tes tertulis, Larasati harus mengerjakan sekitar 500 soal psikotes yang diselenggarakan secara daring melalui Zoom selama empat jam, mulai pukul 08.00 hingga 12.00 WIB. Tantangan kembali hadir pada tahap wawancara, di mana ia terpaksa menggunakan gawai seadanya karena belum memiliki laptop pribadi.
Setelah melewati seluruh rangkaian proses seleksi, pengumuman kelulusan akhirnya diterima pada malam hari setelah sesi wawancara berakhir. Kini, melalui program BSI Scholarship, Larasati tidak hanya dapat melanjutkan kuliah






