Bank Indonesia (BI) kembali menyelenggarakan pameran tahunan Karya Kreatif Indonesia (KKI) 2026. Perhelatan yang memasuki tahun ke-11 ini berlangsung selama empat hari, mulai dari tanggal 20 hingga 23 Agustus 2026. Mengusung semangat dari Aceh melalui tema #BeudayaMeusareSare yang berarti "Berdaya Bersama-sama", KKI 2026 dibuka secara resmi pada hari Kamis (20/8/2026) oleh Pejabat Gubernur Sementara BI, Destry Damayanti.
Ajang ini melibatkan total 1.860 pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang berpartisipasi baik secara luring maupun daring. Guna memperkuat ekosistem usaha, BI menggandeng sinergi dari 27 kementerian dan lembaga, serta 34 mitra strategis selama kegiatan berlangsung.
Selama empat hari penyelenggaraan, total penjualan produk UMKM yang terkumpul mencapai Rp177,21 miliar. Dari jumlah tersebut, sejumlah merek lokal yang sebelumnya populer melalui ajang kreatif seperti Brightspot turut menyumbangkan nilai transaksi sekitar Rp1,5 miliar setelah mendapatkan ruang pameran di KKI 2026.
Aset PPDP Tumbuh Tipis, OJK Sinyalkan Koreksi Target Pertumbuhan |Republika Online

Pencapaian Ekspor dan Pembiayaan UMKM
Selain transaksi penjualan langsung, KKI 2026 mencatatkan hasil signifikan pada program business matching untuk mendorong UMKM menembus pasar global. Transaksi business matching ekspor mencapai Rp169,9 miliar. Program ini melibatkan 192 UMKM dengan jangkauan 16 negara tujuan ekspor.
Sementara itu, akses pembiayaan juga menunjukkan tren positif. Nilai transaksi business matching pembiayaan menembus Rp285 miliar. Angka ini mencerminkan kenaikan sebesar 30,3 persen bila dibandingkan dengan rata-rata capaian dalam tiga tahun terakhir.
Upaya perluasan pasar dan pembiayaan ini menjadi krusial di tengah kondisi struktural UMKM nasional. Saat ini, Indonesia memiliki sekitar 64 juta pelaku UMKM yang menyerap 97 persen tenaga kerja dan menyumbang lebih dari 60 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) nasional. Namun, pertumbuhan kredit bagi sektor UMKM tercatat masih berada di angka 1,62 persen.
DPC HIPPI Jakarta Barat Dorong Kemitraan Pengusaha Lokal dengan BUMN dan BUMD

Lima Kebaruan dan Fokus Keberlanjutan
Deputi Gubernur BI, Aida S. Budiman, memaparkan bahwa terdapat lima pilar kebaruan yang diusung dalam KKI 2026. Kelima aspek tersebut adalah program yang berdampak (impactful programme), pematangan kolaborasi, penguatan ekosistem secara end-to-end, pengembangan merek lokal yang digerakkan oleh generasi muda, serta penguatan aspek keberlanjutan.
Untuk menopang aspek keberlanjutan tersebut, BI juga mengupayakan perlindungan hukum bagi produk-produk kreatif lokal. Direktur Departemen Ekonomi Keuangan Inklusif dan Hijau BI, Kurniawan Agung, menyatakan bahwa BI mendorong pemberian dukungan nyata berupa fasilitasi hak paten bagi UMKM. Langkah ini diharapkan dapat membangun fondasi usaha yang lebih kuat dan berkelanjutan di pasar domestik maupun internasional.






