apriniageosat.co.id
BerandaNasionalKesehatanHukumEkonomiOlahragaPolitikTeknologiOtomotifInternasionalSportsBusinessNationalPopuler
Beranda/Nasional

Kirab Pawai Budaya Ancak Agung Jember 2026 Berakhir Ricuh, Warga Jarah Gunungan Sebelum Doa Selesai

Nyaring AranDiterbitkan 24 Agu 2026 - 12.34 路 0 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
Kirab Pawai Budaya Ancak Agung Jember 2026 Berakhir Ricuh, Warga Jarah Gunungan Sebelum Doa Selesai
Foto/Ilustrasi: tirto.id.
A-A+

Perhelatan Kirab Pawai Budaya Ancak Agung Jember 2026 yang diselenggarakan di Kabupaten Jember, Jawa Timur, berakhir dengan kericuhan. Acara yang awalnya berjalan dengan rapi dan tertib tersebut mendadak berubah menjadi berantakan setelah ratusan warga nekat menjarah isi gunungan hasil bumi yang dibawa oleh para peserta.

Tradisi adat Ancak Agung ini diselenggarakan dalam rangka memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW. Namun, kekhidmatan acara keagamaan ini terganggu akibat aksi saling berebut hasil bumi yang dilakukan oleh warga sebelum seluruh rangkaian prosesi resmi selesai dilaksanakan.

Kronologi Awal Kegiatan Kirab

Rangkaian upacara Kirab Pawai Budaya Ancak Agung Jember 2026 ini dimulai pada hari Sabtu, 22 Agustus 2026. Upacara adat tersebut resmi dimulai sekitar pukul 15.00 WIB.

Baca Juga

Istana Bantah Isu Prabowo Tunjuk Haji Isam Jadi Koordinator Penanganan Karhutla

Istana Bantah Isu Prabowo Tunjuk Haji Isam Jadi Koordinator Penanganan Karhutla

Pada awal jalannya acara, iring-iringan peserta yang membawa gunungan berisi berbagai macam hasil bumi sempat berjalan dengan rapi. Para peserta berbaris dengan tertib mengikuti rute yang telah ditentukan oleh pihak penyelenggara.

Penyebab Kericuhan di Alun-Alun Jember Nusantara

Situasi yang awalnya kondusif mulai berubah ketika rombongan peserta kirab memasuki area Alun-Alun Jember Nusantara. Di lokasi inilah kericuhan pertama kali pecah dan membuat suasana menjadi tidak terkendali.

Faktor utama yang memicu terjadinya kericuhan ini adalah hilangnya pagar pembatas besi di sekitar area Alun-Alun Jember Nusantara. Ketiadaan pagar pembatas besi tersebut membuat tidak ada penghalang fisik antara peserta kirab dan warga yang menonton. Akibatnya, ratusan warga yang berada di lokasi nekat merangsek masuk ke dalam barisan pawai untuk mendekati gunungan hasil bumi.

Baca Juga

26 Hari Terdampar di Samudra Pasifik, Nelayan Asal Ternate Ditemukan Kapal Lewat

26 Hari Terdampar di Samudra Pasifik, Nelayan Asal Ternate Ditemukan Kapal Lewat

Penjarahan Sebelum Doa dan Penilaian Selesai

Setelah berhasil merangsek masuk karena tidak adanya pagar pembatas besi, ratusan warga langsung berebut dan menjarah isi gunungan hasil bumi yang dibawa peserta kirab. Aksi penjarahan ini terjadi sebelum prosesi doa bersama selesai digelar oleh panitia.

Tidak hanya itu, warga juga sudah mulai berebut isi gunungan sebelum proses penilaian oleh tim juri selesai dilaksanakan. Akibat aksi penjarahan yang tidak terkendali ini, acara adat yang seharusnya berlangsung dengan khidmat dan tertib dalam rangka memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW tersebut terpaksa berakhir dengan kondisi yang ricuh dan berantakan.

Ikuti apriniageosat.co.id

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

JemberMaulid Nabi

Berita Terbaru Lainnya

Tabungan Simpeda Capai Rp 74,86 Triliun, Asbanda Dorong Transformasi ke Layanan DigitalBNI Hadirkan wondrZ, Tabungan Digital untuk Anak dan RemajaBupati Bogor Hadiahi Tim Angklung SDN Cibatok 03 Wisata ke Taman SafariTransmart Full Day Sale Kembali Hadir Minggu 23 Agustus, Tawarkan Diskon hingga 50 PersenBNI Hadirkan wondrZ, Tabungan Anak & Remaja untuk Belajar Kelola UangPola Pelaku Karhutla Terungkap, Pohon Ditebang Sebelum DibakarPromo Transmart Full Day Sale, Alat Masak Maxim dan Maspion Mulai Rp 99.900Adhi Karya Berpotensi Tunda Pembayaran Bunga Obligasi Rp 60,8 Miliar

Paling Banyak Dibaca

Langkah Strategis Vale Indonesia Membangun Rantai Pasok Baterai Kendaraan Listrik di Morowali

Ekonomi

Langkah Strategis Vale Indonesia Membangun Rantai Pasok Baterai Kendaraan Listrik di Morowali

27 Jul 2026

Di Balik Meja Birokrasi, Saat Jarak dan Kesepian Jadi Musuh Produktivitas ASN

Nasional

Di Balik Meja Birokrasi, Saat Jarak dan Kesepian Jadi Musuh Produktivitas ASN

25 Jul 2026

Manuver Maut di Tikungan Sudirman, Kaki Pemotor Terlindas Bus Transjakarta

Megapolitan

Manuver Maut di Tikungan Sudirman, Kaki Pemotor Terlindas Bus Transjakarta

25 Jul 2026

Polisi Tahan Suami yang Aniaya Istri hingga Tewas di Luwu Timur

Hukum

Polisi Tahan Suami yang Aniaya Istri hingga Tewas di Luwu Timur

27 Jul 2026

Dua Orang Tewas dalam Kebakaran Rumah di Pulo Gadung Jakarta Timur

Metropolitan

Dua Orang Tewas dalam Kebakaran Rumah di Pulo Gadung Jakarta Timur

27 Jul 2026

Gelombang Perhelatan Dunia Siap Guyur Indonesia hingga Awal 2027

Pariwisata

Gelombang Perhelatan Dunia Siap Guyur Indonesia hingga Awal 2027

26 Jul 2026

馃敟

Populer

  1. 1Langkah Strategis Vale Indonesia Membangun Rantai Pasok Baterai Kendaraan Listrik di MorowaliEkonomi 路 27 Jul 2026
  2. 2Di Balik Meja Birokrasi, Saat Jarak dan Kesepian Jadi Musuh Produktivitas ASNNasional 路 25 Jul 2026
  3. 3Manuver Maut di Tikungan Sudirman, Kaki Pemotor Terlindas Bus TransjakartaMegapolitan 路 25 Jul 2026
  4. 4Polisi Tahan Suami yang Aniaya Istri hingga Tewas di Luwu TimurHukum 路 27 Jul 2026
  5. 5Dua Orang Tewas dalam Kebakaran Rumah di Pulo Gadung Jakarta TimurMetropolitan 路 27 Jul 2026

apriniageosat.co.id

Copyright 2026 apriniageosat.co.id - All Rights Reserved.

Kategori

NasionalKesehatanHukumEkonomiOlahragaPolitikTeknologiOtomotifInternasionalSportsBusinessNational

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap