Kenneth Cordele Griffin kini resmi tercatat sebagai salah satu orang terkaya di dunia. Berdasarkan data Forbes, pendiri sekaligus Chief Executive Officer (CEO) Citadel LLC ini menempati peringkat ke-37 dalam jajaran miliarder global. Sebagai salah satu maestro pasar keuangan asal Amerika Serikat, kekayaannya terus menunjukkan angka yang fantastis.
Hingga Minggu (30/8), kekayaan bersih Ken Griffin dilaporkan telah menyentuh angka US$53,1 miliar. Nilai kekayaan tersebut setara dengan Rp942,89 triliun atau sekitar Rp943 triliun, apabila dihitung menggunakan asumsi nilai tukar rupiah sebesar Rp17.757 per dolar AS. Jumlah kekayaan yang luar biasa ini menempatkannya di posisi yang sangat diperhitungkan dalam peta perekonomian global.
Gurita Bisnis Citadel dan Dominasi Pasar Keuangan
Sebagian besar dari total kekayaan pria kelahiran Florida pada tahun 1968 ini bersumber dari gurita bisnisnya di sektor keuangan. Griffin mendirikan Citadel LLC, sebuah perusahaan investasi alternatif atau hedge fund yang berbasis di Amerika Serikat. Di bawah kepemimpinannya sebagai CEO, Citadel LLC berkembang pesat hingga kini mengelola dana nasabah dalam jumlah raksasa yang diperkirakan mencapai US$68 miliar.
Diskon Sepeda di Transmart Full Day Sale, Murah Cuma Rp1 Juta

Tidak hanya berhenti di situ, sumber pundi-pundi keuangan Griffin juga ditopang oleh kepemilikannya di Citadel Securities. Griffin bertindak sebagai pemilik utama dari perusahaan pembuat pasar (market maker) raksasa ini. Peran Citadel Securities di pasar saham Amerika Serikat sangatlah signifikan, karena perusahaan ini mengelola sekitar 20 hingga 25 persen dari keseluruhan volume perdagangan saham ritel harian di negara tersebut. Dengan cakupan operasional yang begitu besar, perusahaan ini menjadi salah satu pilar utama yang menyokong kekayaan melimpah milik Griffin.
Ambisi Sejak Masa Kuliah di Harvard
Bakat dan ketertarikan mendalam Griffin terhadap dinamika pasar keuangan sebenarnya sudah mulai terlihat sejak ia masih berusia sangat muda. Pada saat ia baru menginjak usia 19 tahun, Griffin yang kala itu masih berstatus sebagai mahasiswa aktif di Universitas Harvard telah menunjukkan langkah yang tidak biasa bagi pemuda seusianya.
Transmart Full Day Sale Minggu 30 Agustus, TV dan Kulkas Didiskon hingga Jutaan Rupiah

Dengan tekad yang kuat, ia nekat membujuk pihak otoritas kampus Harvard agar mengizinkannya memasang sebuah antena parabola di bagian atap gedung asramanya. Griffin melakukan hal tersebut demi satu tujuan penting: memperoleh kuotasi harga pasar secara akurat dan langsung (real-time) melalui koneksi satelit. Langkah awal ini membuktikan fokus dan dedikasinya yang tinggi pada pasar modal, yang pada akhirnya membawa dirinya menjadi salah satu orang terkaya di dunia saat ini.






