Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyampaikan laporan terkini mengenai perkembangan aktivitas tektonik pascagempa bumi bermagnitudo (M) 7 yang mengguncang wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT). Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan (Kapusdatin) BNPB, Berton SP Panjaitan, mengumumkan bahwa aktivitas gempa susulan di wilayah tersebut kini telah menembus angka ribuan kejadian.
Merujuk pada data resmi yang diperoleh dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), tercatat ada 9.765 gempa susulan yang terjadi setelah gempa utama pertama. BNPB merinci bahwa kekuatan gempa susulan yang terjadi sangat bervariasi. Guncangan paling besar tercatat mencapai M 6,2, sedangkan gempa susulan terkecil berada pada magnitudo 1.
Penyebab Kebakaran Wahana Kereta Hantu Luna Park Sydney Masih Jadi Misteri

Dari total ribuan gempa susulan tersebut, tidak semuanya dirasakan oleh masyarakat di sekitar lokasi bencana. BNPB mencatat hanya ada 155 kejadian gempa susulan yang getarannya dapat dirasakan secara langsung.
Berton juga memberikan imbauan mengenai durasi aktivitas seismik ini. Menurut penjelasannya, gempa-gempa susulan seperti ini diperkirakan masih berpotensi dialami dan dirasakan oleh warga hingga kurun waktu 3 sampai 4 minggu setelah kejadian gempa pertama.
Bantuan Gempa NTT Tembus 1.954 Ton, 21 Ton Disalurkan Hari Ini

Terkait dampak korban jiwa, BNPB mengonfirmasi bahwa total korban yang meninggal dunia akibat bencana gempa bumi ini mencapai 111 orang. Kendati demikian, berdasarkan pemantauan hingga beberapa hari menjelang konferensi pers, BNPB menyatakan tidak ada lagi laporan baru mengenai penambahan korban meninggal dunia.






