Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Kemenimipas) menggalang donasi kemanusiaan dari seluruh jajarannya untuk membantu korban gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT). Aksi solidaritas para pegawai di seluruh Indonesia ini berhasil mengumpulkan dana sebesar Rp1.843.000.000.
Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, Agus Andrianto, menjelaskan bahwa dana bantuan tersebut akan dialokasikan untuk unit pelaksana teknis (UPT) Kemenimipas yang terdampak bencana, sekaligus disalurkan kepada masyarakat yang tinggal di sekitar lingkungan UPT tersebut. Keterangan ini disampaikan Agus di Politeknik Imipas, Tangerang, Banten, pada Jumat (28/8/2026).
Dua Pelaku Pencurian Motor di Gunung Putri Bogor Ditangkap dan Dihakimi Warga

Proses pengiriman dan penyaluran bantuan akan dikawal langsung oleh Direktur Jenderal Pemasyarakatan Kemenimipas Mashudi bersama Inspektur Jenderal Kemenimipas Rudi Setiawan. Keduanya akan turun langsung ke NTT untuk melihat situasi di lapangan serta menilai kebutuhan tanggap darurat yang mendesak bagi keluarga besar Kemenimipas maupun warga setempat.
Cara Cek Desil Penerima Bansos dan Memperbarui Data DTSEN secara Online

Bencana gempa bumi ini terjadi pada 15 Agustus pagi, saat gempa dengan magnitudo 7,7 mengguncang Nagekeo, NTT. Pada hari yang sama, gempa dengan magnitudo 6,2 juga melanda kawasan Manggarai Barat. Hingga Kamis, 27 Agustus 2026, jumlah korban tewas akibat bencana ini tercatat mencapai 111 jiwa. Selain itu, BNPB mencatat telah terjadi 8.193 gempa susulan di wilayah NTT.






