apriniageosat.co.id
BerandaNasionalKesehatanHukumMegapolitanSosialBudayaEkonomiPeristiwaKulinerOlahragaMusikHiburanSainsPolitikPendidikanKriminalBisnisLingkunganHumanioraPariwisataMetropolitanTeknologiGaya HidupReligiOtomotifPropertiInternasionalTransportasiBencanaWisataPemerintahanKeperdataanEnergiManajemenSejarahInfrastrukturKeagamaanMetroEdukasiMitigasi BencanaPopuler
Beranda/Nasional

Kekeringan di Lebak, Warga Manfaatkan Sungai Ciberang yang Menyusut hingga Kurang dari 1 Meter

Parlin SinagaDiterbitkan 31 Jul 2026 - 17.31 路 0 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
Kekeringan di Lebak, Warga Manfaatkan Sungai Ciberang yang Menyusut hingga Kurang dari 1 Meter
Foto/Ilustrasi: cnbcindonesia.com.
A-A+

Krisis air bersih akibat musim kemarau kini tengah melanda wilayah Kabupaten Lebak, Provinsi Banten. Selama dua bulan terakhir, kekeringan yang terus berlangsung tanpa henti telah memaksa warga setempat untuk mencari sumber air alternatif demi memenuhi kebutuhan hidup mereka sehari-hari. Salah satu sumber air permukaan yang kini menjadi tumpuan utama masyarakat di daerah tersebut adalah Sungai Ciberang.

apriniageosat.co.id

Copyright 2026 apriniageosat.co.id - All Rights Reserved.

Kategori

NasionalKesehatanHukumMegapolitanSosialBudayaEkonomiPeristiwaKulinerOlahragaMusikHiburanSainsPolitikPendidikanKriminalBisnisLingkunganHumanioraPariwisataMetropolitanTeknologiGaya HidupReligiOtomotifPropertiInternasional

Warga terpaksa memanfaatkan aliran Sungai Ciberang karena aliran air bersih dari sumur-sumur di rumah mereka telah terhenti total selama musim kemarau ini. Tanpa adanya pasokan air bersih yang mengalir ke rumah-rumah, warga pun silih berganti mendatangi sungai tersebut sejak pagi hingga sore hari. Di aliran sungai yang kian dangkal tersebut, terlihat pemandangan warga yang melakukan berbagai aktivitas secara bersamaan. Mereka memanfaatkan air sungai untuk mandi, mencuci pakaian, hingga mengambil air yang akan digunakan untuk kebutuhan konsumsi atau minum sehari-hari. Selain untuk keperluan domestik tersebut, warga juga tampak menggunakan aliran sungai untuk mencuci kendaraan mereka seperti sepeda motor.

Kondisi fisik Sungai Ciberang sendiri saat ini mengalami penurunan debit yang sangat signifikan akibat kemarau panjang. Tinggi muka air pada aliran sungai tersebut dilaporkan telah menyusut hingga menyisakan kurang dari 1 meter saja. Padahal, sebelum musim kemarau melanda kawasan ini, kedalaman air di Sungai Ciberang biasanya berada di atas 2 meter. Penyusutan yang mencapai lebih dari setengah kedalaman normal ini menunjukkan seberapa parah dampak kekeringan yang sedang melanda wilayah Banten tersebut.

Baca Juga

BAZNAS dan LinkAja Syariah Hadirkan Fitur Kalkulator Zakat serta Menu Khusus untuk Mudahkan Donasi Digital

BAZNAS dan LinkAja Syariah Hadirkan Fitur Kalkulator Zakat serta Menu Khusus untuk Mudahkan Donasi Digital

Menurut penuturan dari salah seorang warga di lapangan, wilayah tempat tinggal mereka memang sudah hampir tiga bulan tidak mengalami turun hujan sama sekali. Ketiadaan hujan dalam jangka waktu yang cukup lama ini membuat cadangan air tanah menipis drastis. Akibatnya, sumur-sumur yang biasanya menjadi sumber utama air bersih bagi rumah tangga kini mengering sepenuhnya, sehingga warga tidak memiliki pilihan lain selain menggantungkan kebutuhan air mereka pada Sungai Ciberang.

Dampak kekeringan ini tidak hanya dirasakan oleh sebagian kecil masyarakat. Berdasarkan data resmi yang dihimpun oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Banten, terdapat sebanyak 109 desa di wilayah Kabupaten Lebak yang kini telah dikategorikan masuk dalam daerah rawan kekeringan. Luasnya wilayah terdampak ini memperlihatkan bahwa krisis air bersih telah menjadi masalah yang meluas di tingkat kabupaten.

Baca Juga

Ledakan Tambang Batu Bara di Balochistan Pakistan, 11 Pekerja Tewas dan Puluhan Lainnya Hilang

Ledakan Tambang Batu Bara di Balochistan Pakistan, 11 Pekerja Tewas dan Puluhan Lainnya Hilang

Situasi kekeringan yang melanda Kabupaten Lebak dan sekitarnya ini juga sejalan dengan peringatan yang disampaikan oleh para ahli mengenai kondisi iklim global saat ini. Para pakar menyatakan bahwa fenomena cuaca panas yang tengah terjadi sekarang memiliki potensi besar untuk berkembang menjadi kategori super El Nino. Jika potensi tersebut benar-benar terealisasi, maka fenomena ini diperkirakan akan menjadi El Nino dengan intensitas terkuat yang pernah melanda bumi dalam kurun waktu 150 tahun terakhir. Kondisi ini tentunya berisiko memperpanjang masa kekeringan dan memperparah krisis air bersih yang dihadapi oleh masyarakat.

Ikuti apriniageosat.co.id

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

LebakkekeringanEl NinoBantenkrisis air bersihSungai Ciberang

Berita Terbaru Lainnya

Program Desa Sarjana Unggul Kabupaten Malinau Siap Bangun Bangsa dari DesaBAZNAS dan LinkAja Syariah Hadirkan Fitur Kalkulator Zakat serta Menu Khusus untuk Mudahkan Donasi DigitalPramono Klaim Pembangunan Sejumlah Fasilitas Publik DKI Tanpa APBDPembangunan di Kawasan Batur Kintamani Wajib Berkoordinasi dengan Tokoh AdatPemprov Sulut Tetapkan Enam Komitmen Perkuat TPAKD untuk Dorong Inklusi KeuanganPemprov Sulsel Luncurkan Gerakan One Marketplace untuk Optimalkan Platform BajubodoLedakan Tambang Batu Bara di Balochistan Pakistan, 11 Pekerja Tewas dan Puluhan Lainnya HilangTerungkap! Ini Alasan Aturan Gaji Kepala Daerah Harus Direvisi

Paling Banyak Dibaca

Langkah Strategis Vale Indonesia Membangun Rantai Pasok Baterai Kendaraan Listrik di Morowali

Ekonomi

Langkah Strategis Vale Indonesia Membangun Rantai Pasok Baterai Kendaraan Listrik di Morowali

27 Jul 2026

Di Balik Meja Birokrasi, Saat Jarak dan Kesepian Jadi Musuh Produktivitas ASN

Nasional

Di Balik Meja Birokrasi, Saat Jarak dan Kesepian Jadi Musuh Produktivitas ASN

25 Jul 2026

Manuver Maut di Tikungan Sudirman, Kaki Pemotor Terlindas Bus Transjakarta

Megapolitan

Manuver Maut di Tikungan Sudirman, Kaki Pemotor Terlindas Bus Transjakarta

25 Jul 2026

Dua Orang Tewas dalam Kebakaran Rumah di Pulo Gadung Jakarta Timur

Metropolitan

Dua Orang Tewas dalam Kebakaran Rumah di Pulo Gadung Jakarta Timur

27 Jul 2026

Polisi Tahan Suami yang Aniaya Istri hingga Tewas di Luwu Timur

Hukum

Polisi Tahan Suami yang Aniaya Istri hingga Tewas di Luwu Timur

27 Jul 2026

Gelombang Perhelatan Dunia Siap Guyur Indonesia hingga Awal 2027

Pariwisata

Gelombang Perhelatan Dunia Siap Guyur Indonesia hingga Awal 2027

26 Jul 2026

馃敟

Populer

  1. 1Langkah Strategis Vale Indonesia Membangun Rantai Pasok Baterai Kendaraan Listrik di MorowaliEkonomi 路 27 Jul 2026
  2. 2Di Balik Meja Birokrasi, Saat Jarak dan Kesepian Jadi Musuh Produktivitas ASNNasional 路 25 Jul 2026
  3. 3Manuver Maut di Tikungan Sudirman, Kaki Pemotor Terlindas Bus TransjakartaMegapolitan 路 25 Jul 2026
  4. 4Dua Orang Tewas dalam Kebakaran Rumah di Pulo Gadung Jakarta TimurMetropolitan 路 27 Jul 2026
  5. 5Polisi Tahan Suami yang Aniaya Istri hingga Tewas di Luwu TimurHukum 路 27 Jul 2026
Transportasi
Bencana
Wisata
Pemerintahan
Keperdataan
Energi
Manajemen
Sejarah
Infrastruktur
Keagamaan
Metro
Edukasi
Mitigasi Bencana

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap