Militer Israel melancarkan operasi besar-besaran untuk menghancurkan jaringan terowongan bawah tanah milik kelompok Hizbullah di kawasan Beaufort, Libanon selatan. Operasi penghancuran ini dilakukan dengan menggunakan sekitar 700 ton bahan peledak. Langkah militer tersebut diumumkan secara resmi melalui pernyataan bersama oleh Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dan Menteri Pertahanan Israel Katz.
Menurut klaim pihak Israel, infrastruktur bawah tanah yang dihancurkan tersebut merupakan bagian penting dari rencana strategis Hizbullah untuk melakukan invasi ke wilayah pemukiman warga di Israel utara. Operasi penghancuran terowongan ini dilancarkan segera setelah Israel menuduh Hizbullah melakukan pelanggaran terang-terangan terhadap kesepakatan








