Islamic Relief Indonesia menyalurkan bantuan bagi para penyintas gempa bumi di Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur (NTT), pada Rabu (26/8/2026). Penyaluran bantuan kemanusiaan ini difokuskan di wilayah Kecamatan Cibal dan Kecamatan Cibal Barat.
Langkah penanganan ini dilakukan pascagempa bumi berkekuatan besar yang mengguncang Pulau Flores pada 15 Agustus lalu, yang berdampak luas di tujuh kabupaten. Rangkaian gempa yang mengguncang NTT sejak pertengahan Agustus tersebut tercatat telah mencapai 7.259 kali hingga Selasa (25/8/2026).
Meskipun akses jalan sempat terputus akibat longsor, tim Islamic Relief Indonesia bersama organisasi lokal Ayo Indonesia tetap turun ke lapangan untuk melakukan verifikasi langsung. Upaya respons darurat di NTT ini dipimpin oleh Dzikri Insan. Pada tahap pertama, penyaluran bantuan telah menjangkau 112 rumah tangga di empat desa di wilayah Cibal.
Kebakaran Kembali Landa TNBTS, Jalur Pendakian ke Ranu Kumbolo Ditutup Total

Plh. Sekretaris Daerah Provinsi NTT, Yohanes Oktovianus, M.M., saat meninjau langsung distribusi bantuan, menyatakan bahwa pemerintah terus mempercepat penanganan darurat pascabencana. Sementara itu, Camat Cibal Barat, Yohanes Regon, S.IP, menekankan pentingnya koordinasi yang baik sejak pendataan hingga distribusi agar bantuan tepat sasaran dan tidak tumpang tindih.
Upaya penanganan dampak bencana ini juga dibantu oleh DPP Relawan PRANTARA Indonesia yang memberangkatkan relawan serta bantuan logistik ke NTT.
Puslabfor Polri Usut Penyebab Kebakaran di Muara Angke

Terkait pemulihan pascabencana, Anggota Komisi VIII DPR RI, Selly Andriany Gantina, menyatakan bahwa ketersediaan data terpadu menjadi salah satu kebutuhan utama dalam fase penanganan. Di samping itu, BMKG turut mendampingi pemerintah daerah di wilayah Flores dalam menyusun peta mikrozonasi serta merencanakan rekonstruksi bangunan yang tahan gempa.






