Sebanyak 170 pendaki dilaporkan masih berada di kawasan Ranu Kumbolo menyusul terjadinya kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di jalur pendakian Gunung Semeru, Jawa Timur. Titik api terpantau berada di kawasan Blok Ranu Kembang, yang terletak di atas Ranu Kumbolo.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lumajang, Isnugroho, membenarkan informasi mengenai keberadaan ratusan pendaki tersebut saat dikonfirmasi pada Kamis (27/8).
Untuk mengantisipasi agar kobaran api tidak meluas ke arah Ranu Kumbolo, tim gabungan telah dikirim sejak Kamis pagi guna mengevakuasi para pendaki agar segera turun.
Kebakaran Hanguskan 60 Rumah di Muara Angke, 720 Warga Terdampak

Upaya pemadaman di Blok Ranu Kembang menghadapi tantangan berat karena kondisi geografis yang sangat curam dan terjal. Isnugroho menjelaskan bahwa pemadaman kemungkinan harus dilakukan melalui udara menggunakan metode water bombing. Meski demikian, tim gabungan di darat tetap dikerahkan untuk menyisir titik-titik api yang masih dapat dijangkau.
Sebelum peristiwa di Blok Ranu Kembang, kebakaran hutan juga sempat melanda kawasan Bukit Sentong di Desa Ranupani, Kabupaten Lumajang, pada Selasa (25/8). Namun, kebakaran di lokasi tersebut telah berhasil dipadamkan sepenuhnya oleh petugas.
Jalur Pendakian Gunung Semeru Ditutup Total Akibat Kebakaran di Blok Ranu Kembang

Menyusul ancaman kebakaran yang mendekati jalur utama pendakian, Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (BB TNBTS) memutuskan untuk menutup total seluruh akses pendakian Gunung Semeru sejak Rabu (26/8) hingga batas waktu yang belum ditentukan.






