Industri perbankan saat ini dihadapkan pada berbagai tantangan untuk terus beradaptasi dengan perkembangan zaman. Sebagai langkah nyata untuk menjawab tantangan tersebut, ISS Indonesia menyelenggarakan sebuah forum penting bertajuk Banking Connect 2026 di Jakarta. Acara yang berlangsung pada hari Kamis, 20 Agustus 2026 ini mengusung tema utama "Building Future-Ready Banking Operations: Lean, Smart and Sustainable". Forum ini diselenggarakan dengan tujuan mempertemukan berbagai pihak pemangku kepentingan guna membahas masa depan operasional perbankan yang lebih efisien dan tangguh.
Forum Banking Connect 2026 ini mempertemukan para regulator, asosiasi pengusaha, serta para pelaku industri perbankan secara langsung. Kehadiran para pemangku kepentingan ini menjadikan forum tersebut sebagai wadah yang sangat strategis untuk saling berbagi perspektif. Beberapa fokus pembahasan utama dalam pertemuan ini meliputi perkembangan regulasi ketenagakerjaan terkini, tata kelola atau manajemen outsourcing, serta pemanfaatan teknologi baru. Melalui diskusi ini, diharapkan para pelaku industri dapat menemukan solusi terbaik untuk membangun operasional perbankan yang jauh lebih efisien di masa mendatang.
Tuntutan bagi industri perbankan saat ini memang tidaklah mudah. Perbankan dituntut untuk dapat menjalankan operasional yang jauh lebih efisien. Di sisi lain, mereka juga harus tetap menjaga kualitas layanan kepada nasabah serta memastikan kepatuhan terhadap regulasi yang berlaku tetap terpenuhi dengan baik. Dalam konteks ini, penerapan workplace solution atau solusi tempat kerja menjadi aspek operasional yang sangat penting. Penerapan solusi tempat kerja yang tepat dinilai dapat meningkatkan produktivitas kerja, mendorong efisiensi operasional, menjaga kepatuhan, sekaligus menciptakan pengalaman yang jauh lebih baik bagi karyawan maupun nasabah.
OJK Ungkap Korban Penipuan Online Paling Banyak Orang Jabar

Tantangan operasional ini semakin nyata bagi sektor perbankan yang kini mulai menerapkan sistem kerja hybrid. Perbankan yang menerapkan pola kerja hybrid membutuhkan sebuah pendekatan khusus yang mampu mengintegrasikan tiga elemen utama secara selaras, yaitu sumber daya manusia, proses kerja, dan teknologi. Tanpa adanya integrasi yang kuat antara ketiga aspek tersebut, efisiensi operasional yang diharapkan akan sulit dicapai secara optimal di tengah dinamika dunia kerja modern saat ini.
Menanggapi situasi ini, CEO ISS Indonesia, Muhammad Sofyan, memberikan pandangannya. Melalui siaran pers yang diterbitkan di Jakarta pada hari Jumat, 21 Agustus 2026, Sofyan menyatakan bahwa perkembangan regulasi ketenagakerjaan, perkembangan teknologi, serta tingginya tuntutan efisiensi saat ini sebenarnya dapat didukung melalui transformasi workplace solution. Menurutnya, transformasi tersebut harus dilakukan secara lebih terukur serta berorientasi pada hasil yang nyata.
Bank Indonesia Ungkap 96,68 Persen Merchant QRIS Adalah UMKM

Sebagai bentuk komitmen nyata dalam mendukung industri keuangan, ISS Indonesia hadir membantu perbankan dalam melakukan transformasi tempat kerja tersebut. Melalui layanan Integrated Facility Management (IFM) yang berorientasi pada hasil, ISS Indonesia berupaya membantu industri perbankan meningkatkan efisiensi operasional mereka secara berkelanjutan. Dengan integrasi fasilitas yang dikelola secara profesional, perbankan diharapkan dapat lebih fokus pada bisnis inti mereka sekaligus mempertahankan standar kepatuhan dan kualitas layanan yang tinggi bagi masyarakat luas.






