Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia melontarkan seloroh bernuansa politik saat menghadiri peluncuran program Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) 100 GWp di Kabupaten Jembrana, Bali. Acara peluncuran tersebut berlangsung pada Selasa (25/8). Di hadapan Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto dan Gubernur Bali I Wayan Koster, Bahlil menyebut bahwa eksekusi program strategis ini justru berlangsung di wilayah yang dikenal sebagai basis politik PDI Perjuangan (PDIP) atau "kandang merah".
Pernyataan tersebut menarik perhatian lantaran konstelasi politik saat ini, di mana PDIP merupakan satu-satunya partai politik di parlemen yang berada di luar koalisi pendukung pemerintahan Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka.
Guyonan Politik di Tengah Perbedaan Koalisi
Dalam sambutannya, Bahlil Lahadalia yang juga menjabat sebagai Ketua Umum Partai Golkar menyinggung perbedaan latar belakang politik para tokoh yang hadir dengan lokasi proyek. Ia berkelakar bahwa meskipun para pemimpin pemerintahan berasal dari partai koalisi, proyek ini tetap dieksekusi di basis pertahanan PDIP.
Cara Menghindari Arisan Bodong dan Mengenali Tanda-tandanya

Bahlil menekankan bahwa dalam mengelola negara, perbedaan warna partai politik seharusnya tidak menjadi penghalang. Ia mencontohkan situasi pada acara tersebut, di mana Presiden Prabowo Subianto menjabat sebagai Ketua Umum Partai Gerindra, sedangkan dirinya selaku Menteri ESDM merupakan Ketua Umum Partai Golkar. Namun, eksekusi program PLTS tetap dilaksanakan di wilayah yang menjadi basis kuat PDIP.
Gubernur Bali I Wayan Koster, yang turut hadir mendampingi Presiden Prabowo dalam acara tersebut, diketahui menjabat sebagai Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PDIP Bali. Kehadiran para tokoh lintas koalisi ini menjadi momen yang disoroti oleh Bahlil dalam pidatonya sebagai bentuk kolaborasi yang baik.
Prabowo Resmi Luncurkan Program PLTS 100 GWp di Jembrana Bali

Proyek Strategis Kemandirian Energi dan Air
Di luar aspek politik dan guyonan tersebut, peluncuran program PLTS 100 GWp ini merupakan langkah nyata pemerintah dalam memperkuat sektor energi. Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi menjelaskan bahwa peluncuran dan peletakan batu pertama (groundbreaking) PLTS 100 GWp ini merupakan bagian dari Program Kerja Prioritas Nasional Klaster Kemandirian Energi dan Air.
Kegiatan peletakan batu pertama untuk proyek PLTS 100 GWp tersebut dilaksanakan di Monumen Operasi Lintas Laut Jawa Bali yang terletak di Kabupaten Jembrana. Melalui program prioritas nasional ini, pemerintah berkomitmen untuk mendorong kemandirian energi dan air di berbagai wilayah Indonesia.






