Golf sering kali diidentikkan dengan keheningan, etiket yang kaku, dan eksklusivitas. Namun, citra tersebut perlahan runtuh di Bali. Melalui ajang tahunan Golfphoria 2026 yang diinisiasi oleh Bali International Golf (BIG), olahraga ini bersalin rupa menjadi sebuah festival yang meriah dan inklusif. Mengusung tema musik Reggae yang santai dan penuh warna, turnamen yang digelar pada Sabtu, 25 Juli 2026 ini berhasil menarik perhatian 312 peserta, sekaligus membidik rekor dunia baru.
Setelah sebelumnya sukses menyabet Rekor MURI untuk kategori turnamen golf virtual dengan peserta terbanyak di Indonesia, kali ini Golfphoria melangkah lebih jauh. Penyelenggara tengah mengajukan pencapaian mereka ke Guinness World Records, yang proses verifikasinya kini sedang berjalan. Keunikan kompetisi ini terletak pada adopsi teknologi virtual golf yang membawa atmosfer lapangan legendaris Royal Portrush Dunluce Links di Irlandia Utara langsung ke Bali. Para pegolf dapat merasakan tantangan salah satu lapangan paling ikonik di dunia tanpa perlu meninggalkan kenyamanan Pulau Dewata.
Fajar dan Fikri Pertahankan Gelar Juara di China Open 2026

Di balik kemeriahan kompetisi dan deretan hadiah mewah鈥攕eperti paket liburan eksklusif ke Indonesia Timur dan hadiah hole-in-one鈥攖erdapat misi sosial yang mendalam. Melalui program tanggung jawab sosial bertajuk "Everyone Can Golf, Everyone Deserves a Chance", BIG membuka pintu bagi anak-anak panti asuhan di Denpasar usia 6 hingga 10 tahun untuk berlatih golf secara gratis di bawah bimbingan pelatih profesional. Langkah ini bukan sekadar retorika, melainkan upaya konkret untuk melahirkan bibit-bibit baru yang nantinya berkesempatan bergabung dengan Persatuan Golf Indonesia (PGI). Sayyid Haekal, President Director Bali International Golf, menegaskan bahwa golf seharusnya dapat diakses oleh semua kalangan tanpa memandang latar belakang sosial.
Dari sudut pandang pariwisata, turnamen ini menjadi motor penggerak sport tourism yang sangat strategis bagi Bali. Didukung oleh 47 sponsor, termasuk Juara Holding Group (JHG) sebagai sponsor utama untuk tahun kedua, acara ini berhasil memadukan olahraga dengan ekosistem wisata premium. Melalui lini bisnisnya seperti Komodo Luxury dan Bali Premium Trip, JHG berupaya membangun jembatan kolaborasi yang menghubungkan para pegolf dengan destinasi eksotis di Indonesia Timur, mulai dari keindahan savana Sumba hingga pelayaran phinisi mewah di Taman Nasional Komodo. Pendiri Juara Holding Group, Agung Afif, menyoroti pentingnya kolaborasi antar-pelaku industri untuk saling melengkapi demi kemajuan pariwisata olahraga nasional.
Ujian Perdana Timnas Indonesia Menghadapi Kamboja di Piala AFF 2026

Golfphoria 2026 juga menjadi batu loncatan bagi Bali International Golf untuk mewujudkan visi besarnya sebagai pusat olahraga terpadu terbaik di Bali. Ke depan, fasilitas di kawasan ini akan terus diperluas dengan menambahkan arena biliar premium, lapangan padel, hingga lintasan lari. Dengan mengintegrasikan berbagai cabang olahraga dan hiburan, BIG tidak hanya ingin dikenal sebagai penyedia lapangan golf, melainkan sebagai episentrum gaya hidup sehat dan destinasi sport tourism utama yang ramah bagi wisatawan domestik maupun mancanegara.






