Gempa bumi berkekuatan magnitudo 5,7 mengguncang wilayah Ruteng, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT). Berdasarkan data dan informasi resmi yang dihimpun, peristiwa gempa bumi tersebut terjadi pada hari Rabu (19/8) malam hari, tepatnya pada pukul 23.17 WIB. Guncangan yang terjadi pada larut malam ini dirasakan cukup kuat oleh masyarakat di sekitar wilayah terdampak di Nusa Tenggara Timur.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memberikan penjelasan resmi mengenai parameter gempa tersebut melalui akun media sosial X. Berdasarkan informasi yang dibagikan oleh BMKG, pusat gempa bumi dilaporkan berada di wilayah laut. Secara spesifik, lokasi pusat gempa tersebut berjarak sekitar 43 kilometer di sebelah utara Ruteng, Manggarai. Adapun titik koordinat geografis dari gempa bumi ini berada pada koordinat 8,23 Lintang Selatan (LS) dan 120,53 Bujur Timur (BT).
Selain letak koordinat dan lokasinya di laut utara Ruteng-Manggarai, BMKG juga menginformasikan mengenai kedalaman dari gempa bumi tersebut. Gempa bumi ini tercatat memiliki kedalaman pusat gempa mencapai 10 kilometer. Kedalaman gempa yang berada di angka 10 kilometer ini menyebabkan getarannya menjalar dan dirasakan di beberapa wilayah lain di Provinsi Nusa Tenggara Timur, tidak hanya terbatas di wilayah Ruteng saja.
Densus 88 Ajak Guru dan Siswa Bedah Film Jihad Selfie untuk Cegah Radikalisme

Beberapa wilayah administratif di Nusa Tenggara Timur yang turut merasakan getaran gempa bumi bermagnitudo 5,7 ini meliputi wilayah Kabupaten Manggarai, Kabupaten Manggarai Barat, Kabupaten Nagekeo, hingga Kabupaten Sumba Timur. Guncangan gempa bumi di sejumlah wilayah tersebut dilaporkan dirasakan oleh masyarakat dengan skala kekuatan Modified Mercalli Intensity (MMI) yang berkisar antara skala III hingga skala IV.
Untuk memberikan gambaran mengenai kekuatan getaran, skala MMI III menandakan bahwa getaran gempa dirasakan secara nyata oleh orang-orang yang berada di dalam rumah. Getaran yang dirasakan pada skala ini digambarkan seakan-akan ada sebuah truk besar yang sedang melintas atau berlalu di dekat rumah. Hal ini membuat warga di dalam ruangan dapat merasakan goyangan secara jelas akibat aktivitas seismik tersebut.
Prabowo Puji Paskibraka Upacara HUT Ke-81 RI, Kalian Jalankan Tugas Kehormatan

Di sisi lain, untuk wilayah yang merasakan dampak gempa pada skala MMI IV, intensitas getarannya terasa lebih luas. Skala MMI IV berarti getaran gempa bumi tersebut dirasakan oleh banyak orang yang sedang berada di dalam rumah, serta dirasakan juga oleh beberapa orang yang sedang berada di luar rumah. Informasi skala MMI ini membantu memberikan pemahaman mengenai seberapa kuat dampak guncangan gempa yang melanda wilayah Ruteng dan sekitarnya di Nusa Tenggara Timur pada Rabu malam tersebut.






