Wakil Menteri Dalam Negeri Indonesia, Bima Arya, secara resmi mengukuhkan Wali Kota Banda Aceh, Illiza Sa’aduddin Djamal, sebagai Koordinator Forum Komunikasi Pemerintahan Kabupaten/Kota Se-Aceh (FKKA) untuk periode kepengurusan tahun 2025-2030. Prosesi pengukuhan yang khidmat ini diselenggarakan di Anjong Mon Mata pada hari Rabu, tanggal 19 Agustus 2026. Acara pengukuhan ini menandai dimulainya masa tugas baru bagi kepengurusan forum dalam mengoordinasikan hubungan antarpemerintah daerah di Aceh.
Dalam prosesi pengukuhan tersebut, Illiza Sa’aduddin Djamal tidak dikukuhkan sendirian. Wakil Menteri Dalam Negeri Indonesia, Bima Arya, mengukuhkan Illiza bersama dengan 22 pengurus forum lainnya. Pengukuhan ini menandakan kesiapan para pengurus Dewan Pimpinan Forum KKA untuk menjalankan tugas secara kolektif. Adapun prosesi pengukuhan ini dilaksanakan secara resmi berdasarkan Surat Keputusan Rapat Paripurna Konferensi Ke Empat FKKA Nomor 1073/Konferensi/FKKA/2026.
Setelah resmi dikukuhkan sebagai Koordinator FKKA untuk periode 2025-2030, Illiza Sa’aduddin Djamal menyampaikan harapan besarnya mengenai masa depan forum ini. Illiza berharap agar dengan adanya forum ini, dapat terwujud sinergitas dan harmonisasi yang nyata antara pemerintah kabupaten dan pemerintah kota. Sinergitas dan harmonisasi ini dinilai sangat penting, terutama dalam menyusun berbagai kebijakan daerah agar dapat berjalan selaras demi kepentingan masyarakat di Aceh.
Kasus BUMD Cilacap, Eks Pangdam Widi Bantah Jual Tanah Carui

Wakil Menteri Dalam Negeri Indonesia, Bima Arya, juga memberikan penekanan mengenai nilai penting dari forum ini. Bima Arya menyatakan bahwa FKKA merupakan wadah yang sangat strategis bagi para kepala daerah. Forum ini memiliki peran strategis untuk menghimpun semua realita yang ditemui di lapangan, yang kemudian dapat dikomunikasikan secara efektif kepada pemerintah pusat agar mendapat perhatian dan tindak lanjut yang tepat.
Untuk memaksimalkan peran strategis tersebut, Bima Arya meminta agar forum ini selalu menjaga kekompakan. Bima meminta agar forum ini tetap solid dan terus melakukan dialog secara aktif. Menurutnya, dengan adanya komunikasi dan dialog yang terus berjalan di dalam forum, pemerintah pusat akan menjadi lebih mudah untuk menangkap dan memahami apa saja yang disarankan atau direkomendasikan oleh para kepala daerah di Aceh.
Bea Cukai Jakarta Musnahkan Rokok dan Miras Ilegal Senilai Rp20,18 Miliar

Selain itu, Bima Arya juga menyampaikan harapannya agar Forum Komunikasi Pemerintahan Kabupaten/Kota Se-Aceh ini tidak hanya menjadi tempat berkumpul yang biasa. Bima berharap forum ini tidak hanya menjadi ajang curhat semata bagi para anggotanya, tetapi harus mampu menjadi sumber inspirasi yang menyebarluaskan praktik-praktik baik yang ada di seluruh wilayah Aceh untuk kemajuan bersama.






