Apakah kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di berbagai wilayah baru-baru ini disebabkan oleh faktor alam? Pihak kepolisian mengungkap temuan lain yang menunjukkan adanya unsur kesengajaan demi membuka lahan perkebunan.
Direktur Tindak Pidana Tertentu (Tipidter) Bareskrim Polri, Moh. Irhamni, mengumumkan bahwa kepolisian telah menetapkan total 72 orang sebagai tersangka perorangan dalam kasus karhutla di sejumlah wilayah. Informasi tersebut disampaikan dalam jumpa pers yang berlangsung di Bareskrim pada Minggu (23/8).
Bagaimana Sebaran Kasus Karhutla Ini?
Penetapan puluhan tersangka ini didasarkan pada penyelidikan terhadap 89 laporan polisi (LP) yang diterbitkan oleh sembilan Kepolisian Daerah (Polda). Sembilan wilayah hukum Polda yang menangani kasus ini meliputi:
Api di Taman Nasional Way Kambas Padam, Seluruh Gajah Terpantau Aman

- Polda Riau
- Polda Kalbar
- Polda Sumsel
- Polda Jambi
- Polda Kalteng
- Polda Kalsel
- Polda Kaltim
- Polda Alceh
- Polda Kaltara
Apa Motif di Balik Pembakaran Lahan?
Berdasarkan hasil penyidikan, pihak kepolisian menemukan adanya unsur kesengajaan dalam sejumlah peristiwa kebakaran tersebut. Moh. Irhamni menegaskan bahwa kebakaran yang terjadi bukan disebabkan oleh dampak pemanasan iklim global atau fenomena cuaca El Nino.
Sebaliknya, pembakaran hutan dan lahan ini diduga kuat dilakukan secara sengaja untuk membuka lahan baru. Lahan yang dibakar tersebut rencananya akan digunakan untuk penanaman kelapa sawit pada musim hujan yang akan datang.
Apa Saja Barang Bukti yang Disita Polisi?
Dugaan motif pembukaan lahan kelapa sawit ini diperkuat oleh berbagai barang bukti yang disita oleh penyidik di lapangan. Polisi mengamankan sejumlah bahan bakar, alat pertanian, hingga bibit tanaman yang siap tanam.
Prabowo dan Jokowi Jadi Saksi Pernikahan Kasespri Rizky Irmansyah

Berikut adalah rincian barang bukti yang disita oleh pihak kepolisian:
- 35 buah korek api
- 2 botol plastik oli bekas
- 2 botol plastik bahan bakar minyak (BBM) jenis solar
- 2 jerigen berkapasitas 10 liter berisi BBM jenis solar
- 2 botol plastik BBM jenis Pertalite
- 1 botol plastik minyak tanah
- 21 bilah parang
- 2 kapak
- 1 cangkul
- 39 batang kayu bekas terbakar
- 5 kantong plastik sampel tanah bekas terbakar
- 2 unit senso
- 13 plastik bekas polybag
- 6 batang bibit sawit
- 1 pasang sepatu put
Menurut Irhamni, keberadaan barang bukti seperti bibit kelapa sawit siap tanam dan plastik polybag memperjelas bahwa aktivitas pembakaran tersebut memang ditujukan untuk mempersiapkan lahan perkebunan baru secara cepat.






