Kebakaran melanda kawasan hutan di Taman Nasional Gunung Merapi akibat luncuran awan panas guguran. Peristiwa ini dipicu oleh material vulkanik panas yang mencapai batas vegetasi dan membakar tanaman di area tersebut.
Berdasarkan pantauan kamera aktivitas vulkanik BPPTKG, awan panas guguran terjadi pada Jumat (28/8) pukul 21.22 WIB. Awan panas meluncur ke arah barat daya menuju hulu Kali Sat/Putih dengan estimasi jarak luncur sejauh 2.000 meter. Aktivitas vulkanik ini tercatat memiliki amplitudo maksimal 87,74 mm dengan durasi 116,97 detik.
Ayah dan Anak Tewas akibat Ledakan Gas Bocor di Bekasi

Kepala Balai Taman Nasional Gunung Merapi, Heri Wibowo, mengonfirmasi bahwa awan panas guguran tersebut mencapai batas vegetasi dan menyebabkan vegetasi terbakar. Kendati demikian, laporan visual dari petugas di Posko Kebakaran Hutan pada Jumat malam menunjukkan bahwa api tidak berkembang membesar.
Pengedar Sabu di Kutai Timur Ditangkap, Polisi Sita 40 Paket Siap Edar

Selanjutnya pada Sabtu pagi, pihak balai menerima laporan dari masyarakat mengenai adanya kebakaran di area Babadan yang terletak di sisi barat laut utara. Petugas segera melakukan pengecekan langsung ke lokasi. Berdasarkan hasil pemeriksaan di area Babadan, api dipastikan telah padam meskipun sisa asap masih terlihat di sekitar lokasi.






