apriniageosat.co.id
BerandaNasionalKesehatanHukumMegapolitanSosialBudayaEkonomiPeristiwaKulinerOlahragaMusikHiburanSainsPolitikPendidikanKriminalBisnisLingkunganHumanioraPariwisataMetropolitanTeknologiGaya HidupReligiOtomotifPropertiInternasionalTransportasiBencanaWisataPemerintahanKeperdataanEnergiManajemenSejarahInfrastrukturKeagamaanMetroEdukasiMitigasi BencanaPopuler
Beranda/Internasional

AS dan Arab Saudi Gempur Fasilitas Milisi Syiah di Irak

Uria Anyi ApuiDiterbitkan 31 Jul 2026 - 07.12 路 0 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
AS dan Arab Saudi Gempur Fasilitas Milisi Syiah di Irak
Foto/Ilustrasi: tirto.id.
A-A+

Militer Amerika Serikat dan Arab Saudi melancarkan serangan udara gabungan di wilayah Irak pada Selasa, 28 Juli 2026. Operasi militer ini menyasar sejumlah fasilitas milik kelompok milisi Syiah yang didukung oleh Iran. Serangan tersebut menandai eskalasi ketegangan yang signifikan di kawasan Timur Tengah, memicu reaksi keras dari pemerintah Irak maupun Iran.

apriniageosat.co.id

Copyright 2026 apriniageosat.co.id - All Rights Reserved.

Kategori

NasionalKesehatanHukumMegapolitanSosialBudayaEkonomiPeristiwaKulinerOlahragaMusikHiburanSainsPolitikPendidikanKriminalBisnisLingkunganHumanioraPariwisataMetropolitanTeknologiGaya HidupReligiOtomotifPropertiInternasional

Menurut keterangan dari Komando Pusat Amerika Serikat (CENTCOM), operasi udara ini sengaja diarahkan untuk menggempur kelompok-kelompok yang mereka sebut sebagai teroris yang bersekutu dengan Iran. CENTCOM mengeklaim bahwa kelompok milisi tersebut sebelumnya telah meluncurkan serangan yang menargetkan pasukan Amerika Serikat serta infrastruktur energi penting milik Arab Saudi. Adapun sasaran serangan gabungan ini mencakup beberapa lokasi penyimpanan senjata dan fasilitas logistik yang tersebar di wilayah Irak bagian timur.

Pihak militer Amerika Serikat menjelaskan bahwa tindakan keras ini diambil sebagai respons langsung atas gelombang serangan yang terjadi sebelumnya. Dalam kurun waktu 72 jam sebelum operasi gabungan diluncurkan, terdeteksi setidaknya 30 serangan drone udara yang diarahkan oleh Korps Garda Revolusi Iran (IRGC). Serangan-serangan drone tersebut dinilai mengancam stabilitas keamanan regional serta aset-aset strategis milik Amerika Serikat dan sekutunya di kawasan tersebut.

Baca Juga

BPDP Siapkan Subsidi Solar Kapal Nelayan 30-200 GT Sebesar 400 Ribu Kiloliter Hingga 2026

BPDP Siapkan Subsidi Solar Kapal Nelayan 30-200 GT Sebesar 400 Ribu Kiloliter Hingga 2026

Akibat serangan udara gabungan ini, kelompok milisi Pasukan Mobilisasi Populer (PMF) melaporkan jatuhnya korban jiwa di pihak mereka. PMF mengeluarkan pernyataan resmi yang mengonfirmasi bahwa sedikitnya 20 anggota mereka tewas dalam gempuran tersebut. PMF sendiri merupakan wadah atau kelompok payung bagi berbagai milisi di Irak yang memiliki afiliasi erat serta loyalitas terhadap Iran. Meskipun berstatus sebagai kelompok paramiliter, kekuatan PMF secara resmi telah diintegrasikan ke dalam struktur militer nasional Irak.

Serangan ini memicu kecaman keras dari jajaran kepemimpinan di Baghdad. Presiden Irak, Nizar Amedi, mengutuk keras aksi militer yang dilakukan oleh Amerika Serikat dan Arab Saudi tersebut. Amedi menegaskan bahwa serangan udara di wilayah kedaulatan negaranya merupakan pelanggaran nyata terhadap kedaulatan Irak serta bertentangan dengan hukum internasional yang berlaku.

Di sisi lain, mantan Perdana Menteri Irak, Mohammed Shia al-Sudani, mengungkapkan langkah-langkah yang sedang diambil oleh pemerintahannya terkait ketegangan ini. Al-Sudani menyatakan bahwa Irak baru saja membentuk sebuah komite khusus. Komite ini ditugaskan untuk menyelidiki secara menyeluruh tuduhan yang menyebutkan bahwa sejumlah pesawat nirawak atau drone telah diluncurkan dari dalam wilayah Irak untuk menyerang fasilitas energi milik Arab Saudi.

Baca Juga

Update Klasemen Piala Presiden 2026 dan Jadwal Lengkap Matchday 3

Update Klasemen Piala Presiden 2026 dan Jadwal Lengkap Matchday 3

Reaksi keras juga datang dari Teheran. Kementerian Luar Negeri Iran mengecam tindakan militer tersebut dengan menyebutnya sebagai pelanggaran berat. Pihak Iran menilai serangan gabungan ini sebagai bagian dari upaya sistematis yang dilakukan oleh Amerika Serikat dan sekutunya untuk memperluas cakupan konflik dan peperangan di kawasan Timur Tengah.

Sementara itu, Presiden Amerika Serikat Donald Trump memberikan pernyataan resmi mengenai operasi militer ini. Trump menyatakan bahwa serangan yang dilancarkan oleh pasukannya bersama Arab Saudi telah dilakukan melalui koordinasi dengan pemerintah setempat. Kendati demikian, situasi di lapangan diperkirakan masih akan terus memanas. Koresponden Fox News, Trey Yingst, melaporkan bahwa Presiden Trump saat ini tengah mempertimbangkan untuk mengambil tindakan militer tambahan yang secara khusus menyasar kelompok-kelompok proksi Iran lainnya di kawasan tersebut.

Ikuti apriniageosat.co.id

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

IranAmerika SerikatArab SaudiIrakPMFMilisi Syiah

Berita Terbaru Lainnya

GoTo Cetak Laba Rp607,5 Miliar pada Semester I 2026, Catatkan Untung Dua Kuartal BeruntunPresiden Prabowo Subianto Dijadwalkan Hadiri Akad Massal KPR Sejahtera FLPP di BatangBRI Tebar Dividen Rp52,1 Triliun, Catatkan Sejarah Baru Dividen TertinggiMusim Kemarau, Damkar Kota Serang Hampir Setiap Hari Terima Laporan Kebakaran LahanMaling Gasak Tas Pedagang Martabak Mini di Tangerang, HP Kado Ulang Tahun Anak Ikut RaibPilot Maskapai Asing Ditangkap Bawa 26 Kilogram Ekstasi di Bandara Soekarno-HattaKPK Tangkap 21 Orang dalam OTT di Pemalang, Bupati Anom Widiyantoro Dibawa ke JakartaTemuan Jasad Wanita dengan Luka di Kepala Gegerkan Warga Kos di Grogol Petamburan

Paling Banyak Dibaca

Langkah Strategis Vale Indonesia Membangun Rantai Pasok Baterai Kendaraan Listrik di Morowali

Ekonomi

Langkah Strategis Vale Indonesia Membangun Rantai Pasok Baterai Kendaraan Listrik di Morowali

27 Jul 2026

Di Balik Meja Birokrasi, Saat Jarak dan Kesepian Jadi Musuh Produktivitas ASN

Nasional

Di Balik Meja Birokrasi, Saat Jarak dan Kesepian Jadi Musuh Produktivitas ASN

25 Jul 2026

Manuver Maut di Tikungan Sudirman, Kaki Pemotor Terlindas Bus Transjakarta

Megapolitan

Manuver Maut di Tikungan Sudirman, Kaki Pemotor Terlindas Bus Transjakarta

25 Jul 2026

Dua Orang Tewas dalam Kebakaran Rumah di Pulo Gadung Jakarta Timur

Metropolitan

Dua Orang Tewas dalam Kebakaran Rumah di Pulo Gadung Jakarta Timur

27 Jul 2026

Polisi Tahan Suami yang Aniaya Istri hingga Tewas di Luwu Timur

Hukum

Polisi Tahan Suami yang Aniaya Istri hingga Tewas di Luwu Timur

27 Jul 2026

Gelombang Perhelatan Dunia Siap Guyur Indonesia hingga Awal 2027

Pariwisata

Gelombang Perhelatan Dunia Siap Guyur Indonesia hingga Awal 2027

26 Jul 2026

馃敟

Populer

  1. 1Langkah Strategis Vale Indonesia Membangun Rantai Pasok Baterai Kendaraan Listrik di MorowaliEkonomi 路 27 Jul 2026
  2. 2Di Balik Meja Birokrasi, Saat Jarak dan Kesepian Jadi Musuh Produktivitas ASNNasional 路 25 Jul 2026
  3. 3Manuver Maut di Tikungan Sudirman, Kaki Pemotor Terlindas Bus TransjakartaMegapolitan 路 25 Jul 2026
  4. 4Dua Orang Tewas dalam Kebakaran Rumah di Pulo Gadung Jakarta TimurMetropolitan 路 27 Jul 2026
  5. 5Polisi Tahan Suami yang Aniaya Istri hingga Tewas di Luwu TimurHukum 路 27 Jul 2026
Transportasi
Bencana
Wisata
Pemerintahan
Keperdataan
Energi
Manajemen
Sejarah
Infrastruktur
Keagamaan
Metro
Edukasi
Mitigasi Bencana

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap