Militer Amerika Serikat dan Arab Saudi melancarkan serangan udara gabungan di wilayah Irak pada Selasa, 28 Juli 2026. Operasi militer ini menyasar sejumlah fasilitas milik kelompok milisi Syiah yang didukung oleh Iran. Serangan tersebut menandai eskalasi ketegangan yang signifikan di kawasan Timur Tengah, memicu reaksi keras dari pemerintah Irak maupun Iran.








