Sebanyak enam wisatawan asal Italia terpaksa menyewa kapal tambahan demi melanjutkan perjalanan wisata mereka ke kawasan Taman Nasional Komodo, Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur. Langkah tersebut terpaksa diambil setelah rombongan turis asing ini kehilangan kontak dengan pemilik agen perjalanan Labuan Bajo Top, Kristoforus Aman alias Itok Aman (32), sejak Minggu (9/8).
Sebelum menghilang, Itok Aman sebenarnya telah berkoordinasi dengan manajemen kapal wisata Sabbar Cruise untuk menyiapkan perjalanan wisata selama empat hari tiga malam. Berdasarkan kesepakatan awal, total biaya sewa kapal mencapai Rp79 juta. Namun, pihak Sabbar Cruise baru menerima uang muka atau DP sebesar Rp20 juta dari Itok. Sementara itu, manajer Sabbar Cruise, Saputra, menyatakan bahwa biaya persiapan yang telah mereka keluarkan untuk melayani perjalanan tersebut sudah mencapai sekitar Rp27 juta.
Setelah menuntaskan agenda wisata mereka dengan menggunakan kapal sewaan tambahan, rombongan wisatawan asal Italia tersebut akhirnya kembali ke Labuan Bajo pada Rabu (12/8) malam. Setibanya di sana, mereka langsung mendatangi Polres Manggarai Barat untuk melaporkan kasus dugaan penipuan ini. Christian, salah satu dari wisatawan tersebut, mengungkapkan kekecewaannya yang mendalam. Ia merasa sangat kecewa dengan kejadian ini, terlebih dirinya tercatat sudah tiga kali berkunjung ke Indonesia.
Adaptasi Standar Estetika Korea untuk Karakteristik Kulit Indonesia

Berdasarkan penyelidikan kepolisian, Itok Aman ternyata bukan pertama kali ini tersangkut masalah hukum. Pada Mei 2026, ia juga terlibat dalam kasus serupa yang merugikan 20 wisatawan asal Malaysia dan Singapura dengan total kerugian mencapai Rp85,2 juta. Atas kasus terdahulu itu, Itok sempat ditahan sebelum akhirnya penahannya ditangguhkan pada Juni 2026 setelah tercapai kesepakatan damai. Kini, polisi tengah memburu keberadaannya dan telah mengidentifikasi bahwa Itok diduga berada di wilayah Mukun, Kabupaten Manggarai Timur.
Selain memburu Itok Aman, aparat Polres Manggarai Barat juga menangani kasus penipuan pariwisata lainnya. Seorang agen wisata tidak resmi atau calo trip berinisial SO (33) telah ditahan oleh Polres Manggarai Barat karena diduga menggelapkan uang wisatawan senilai Rp244,2 juta. Di samping isu penipuan, aspek keselamatan pelayaran di Labuan Bajo juga menjadi sorotan. KSOP Labuan Bajo baru-baru ini menjatuhkan sanksi tegas kepada seorang nahkoda kapal Grand Maoloekoe berinisial DD. Sanksi ini diberikan karena DD nekat membawa wisatawan berlayar di tengah kondisi cuaca buruk dan gelombang tinggi.
Perak Jadi Primadona Baru di Tengah Reli Logam Mulia 2026

Di tengah upaya pembenahan keamanan dan kenyamanan wisata ini, Labuan Bajo tetap menjadi sorotan publik. Artis Jessica Mila sempat memberikan klarifikasi mengenai perjalanan liburannya ke Labuan Bajo yang berlangsung pada 7 Agustus 2026 lalu. Sektor pariwisata daerah ini juga terus didorong melalui berbagai kegiatan, salah satunya lewat perhelatan Festival Golo Koe 2026 yang secara resmi dibuka oleh Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana.
Sebagai pembanding di tingkat nasional dan global, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mencatat adanya kenaikan kunjungan wisatawan mancanegara sebesar 8,17 persen pada semester I 2026 di ibu kota. Sementara itu, di kancah internasional, negara seperti Turki berhasil mencatat pendapatan pariwisata yang sangat besar mencapai US$25,8 miliar pada paruh pertama tahun 2026. Catatan-catatan ini menunjukkan pentingnya menjaga citra pariwisata Indonesia, khususnya Labuan Bajo, agar tetap kondusif dan aman bagi para pelancong.






