PT Integrasi Transit Jakarta (ITJ), anak usaha PT MRT Jakarta (Perseroda), tengah mengembangkan ruang bawah tanah terintegrasi di jantung Ibu Kota. Proyek bernama Extended Concourse ini dikembangkan mulai dari area Stasiun MRT Bundaran HI menjadi sebuah ruang multifungsi.
Direktur Utama PT ITJ, Yulham Ferdiansyah Roestam, menjelaskan bahwa ruang transit ini diubah menjadi ruang multifungsi untuk melayani pergerakan masyarakat. Saat ini, Stasiun MRT Bundaran HI melayani sekitar 11.000 pengguna setiap hari. Jumlah tersebut diproyeksikan bertambah sekitar 6.000 penumpang setelah rute perpanjangan MRT menuju Thamrin dan Monas beroperasi.
Pusat Belanja dan Konektivitas Bawah Tanah
Extended Concourse ini dirancang memiliki luas area 4.439 meter persegi dengan konsep destinasi belanja satu atap (one-stop shopping destination). Di area ini, akan tersedia 24 ruang multifungsi yang dapat digunakan untuk ritel, makanan dan minuman (F&B), hingga aktivitas gaya hidup.
Kebakaran Rumah di Muara Angke, Dua Warga Terluka

Akses pejalan kaki di bawah tanah ini akan menghubungkan berbagai gedung di sekitar Bundaran HI. Pada sisi barat, akses baru disiapkan menuju Plaza Indonesia dan Hotel Grand Hyatt. Sementara di sisi timur, jalur pejalan kaki akan terhubung ke Wisma Nusantara dan Hotel Pullman. Untuk mendukung kenyamanan pengguna, setiap titik keluar akan dilengkapi dengan fasilitas tangga, lift, dan eskalator.
Integrasi Transportasi dan Rencana Masa Depan
Selain menghubungkan gedung-gedung komersial, proyek ini juga menyediakan akses langsung yang menghubungkan Stasiun MRT Bundaran HI dengan Halte TransJakarta.
Kebakaran di Pluit Penjaringan Padam, 60 Rumah Hangus Terbakar

Dalam rencana induk (master plan) proyek ini, jaringan koneksi bawah tanah akan terus diperluas untuk terhubung dengan gedung-gedung lain di kawasan Bundaran HI. Beberapa di antaranya meliputi area Hotel Mandarin Oriental, Grand Indonesia, dan Hotel Kempinski.
Untuk membangun Extended Concourse ini, PT ITJ menyiapkan investasi sekitar Rp200 miliar yang bersumber dari dana Koefisien Lantai Bangunan (KLB).






