Pengembangan sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) terus didorong agar mampu menembus pasar internasional. Salah satu langkah strategis yang diusulkan untuk mencapai tujuan tersebut adalah dengan membentuk Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) yang secara spesifik dirancang untuk menampung pelaku UMKM dan mendorong produk mereka masuk ke pasar ekspor. Gagasan mengenai pembentukan kawasan khusus ini disampaikan oleh Billy Mambrasar, yang merupakan anggota Komite Eksekutif Presiden Prabowo Subianto, dalam keterangannya pada Rabu (26/8/2026).
Usulan pembentukan KEK UMKM ini dipaparkan dalam sebuah pertemuan yang dihadiri oleh perwakilan Kementerian Koperasi dan UMKM, Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau, Pemerintah Kota Batam, BP Batam, serta perwakilan dari pelaku UMKM. Kehadiran berbagai pemangku kepentingan ini menunjukkan adanya komitmen bersama untuk merumuskan langkah konkret demi memajukan UMKM di wilayah perbatasan.
Kolaborasi Lintas Sektor
Gagasan pembentukan KEK UMKM ini disambut baik oleh Kepala Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Kepulauan Riau, Riki Rionaldi. Pihaknya menilai bahwa usulan ini dapat menjadi salah satu formulasi yang tepat dalam mendorong kemajuan UMKM di Kepulauan Riau, khususnya di Kota Batam yang memiliki posisi geografis sangat strategis.
Garuda Indonesia Terapkan Sistem Bagasi Berbasis Koli Mulai September 2026

Langkah untuk mendirikan kawasan khusus ini didorong oleh potensi besar yang dimiliki Batam. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), Kota Batam tercatat memiliki lebih dari 75.000 UMKM dan sekitar 102.000 usaha mikro. Sektor ini diperkirakan mampu menyerap hingga 156.000 tenaga kerja dengan nilai perputaran uang tahunan mencapai Rp9,1 triliun. Dengan potensi yang sedemikian besar, integrasi ke dalam wadah KEK diharapkan dapat melipatgandakan nilai ekonomi yang dihasilkan.
Mendukung Pariwisata dan Konsumsi Domestik
Selain difokuskan untuk mendorong komoditas ekspor, pembentukan KEK UMKM ini juga dirancang untuk memberikan dampak positif bagi sektor domestik lainnya. Kawasan ekonomi khusus tersebut dinilai dapat dikembangkan untuk mendukung kegiatan pariwisata, terutama pada sektor kuliner dan hospitality yang menjadi salah satu andalan Batam.
BRI Private Hadirkan AMORA Special Offer 2026, Nasabah Bisa Dapat Reward hingga 12 Persen

Dari sisi makroekonomi regional, penguatan sektor UMKM melalui KEK ini juga diharapkan dapat memperkokoh struktur ekonomi regional. Saat ini, tingkat konsumsi rumah tangga di Batam tercatat berada di kisaran 20 hingga 30 persen dari Produk Domestik Regional Bruto (PDRB). Kehadiran kawasan ekonomi khusus yang terintegrasi diharapkan dapat terus meningkatkan kontribusi konsumsi rumah tangga serta memperkuat geliat ekonomi masyarakat secara berkelanjutan.






